Cerita Warga Sukabumi tentang Bajak Laut Culik 4 WNI di Lepas Pantai Gabon Afrika

Sukabumiupdate.com
Rabu 14 Jan 2026, 19:56 WIB
Cerita Warga Sukabumi tentang Bajak Laut Culik 4 WNI di Lepas Pantai Gabon Afrika

Kapal penangkap ikan IB Fish 7: 4 WNI diculik bajak laut lepas pantai Gabon (Sumber : dok warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Dunia internasional dikejutkan dengan informasi penculikan sejumlah pelaut oleh kelompok bersenjata saat mencari ikan di lepas pantai Gabon Afrika. Warga Sukabumi yang bekerja di perusahaan kapal tangkap ikan di Gabon menceritakan bahwa ada 4 WNI (warga negara indonesia), yang berasal dari Jawa Barat dan Jawa Tengah yang belum diketahui nasibnya hingga, Rabu (14/1/2026).

Insiden ini dilaporkan Kementerian Pertahanan pada Gabon pada Senin, 12 Januari 2026 dilansir dari TRT World. Disebutkan para penyerang bersenjata menaiki kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon pada malam akhir pekan.

Penyerang yang kemudian disebut sebagai bajak laut ini, menculik sembilan anak buah kapal. Ini merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.

Baca Juga: Juara Paruh Musim Bukan Tujuan, Bojan Hodak Fokus Bawa Persib Hattrick Juara

"Kapal pukat IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan bajak laut saat melakukan penangkapan ikan sekitar tujuh mil laut di sebelah barat daya Ekwata, di perairan Gabon," kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dalam pernyataan video yang disiarkan oleh media Gabon, Senin.

Menurut Hubert, serangan tersebut dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menculik sembilan anggota kru kapal; warga negara Tiongkok, warga negara Burkina Faso dan empat warga negara Indonesia.

Respon RI

Kepada awak media, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah China mengenai penculikan anak buah kapal (ABK) WNI oleh bajak laut di perairan Gabon. Sugiono menyebut koordinasi dengan China karena empat korban penculikan lain merupakan warga negara tersebut.

Baca Juga: Polisi Dalami Kabar Ledakan di Area Tambang Emas PT Antam Nanggung

“Kami memantau terus perkembangannya,” kata Sugiono usai Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026)

Sugiono menyatakan Kemlu melalui KBRI Yaounde terus memonitor perkembangan kasus penculikan di perairan Gabon itu. Sugiono pun mengakui Kemlu masih mencari tahu kondisi para WNI yang menjadi korban penculikan bajak laut.

Cerita Warga Sukabumi

Rifaldi warga Kebon Jeruk Cikembang Kecamatan Cikembar Kabupaten Sukabumi Jawa Barat, memberikan informasi tambahan soal penculikan rekan-rekannya oleh bajak laut di lepas pantai Gabon, Rifaldi sendiri saat ini masih berada di Gabon Afrika, bekerja sebagai ABK penangkap ikan di perusahaan yang sama dengan para korban.

Baca Juga: Disdukcapil Sukabumi Penuhi Hak Adminduk Keluarga Raya dengan Penyerahan Akta Kelahiran

Kepada sang istri di Sukabumi, Rifaldi menyebut sebenarnya di kapal yang diserang bajak laut itu ada 15 orang ABK. 9 orang diculik dan 6 orang lainnya selamat karena bersembunyi di bagian bawah kapal.

“Informasi terbaru dari suami, 9 orang yang diculik itu, 4 WNI, 4 China, 1 Burkina Faso. 4 WNI itu dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. Mereka itu rekan kerja suami saya, mereka sama-sama bekerja di perusahaan yang sama. Tapi suami saya beda kapal,” ucap istri Rifaldi kepada sukabumiupdate.com, Rabu (14/1/2026).

Dari 6 ABK yang selamat lanjut istri Rifaldi, 4 diantaranya juga WNI. “Kata suami, mereka saat ini sudah berada di dermaga, kapal IB Fish 7 juga sudah bersandar,” bebernya.

Baca Juga: Potret Lapdek Kota Sukabumi Tanpa PKL, Warga: Buat Aktivitas Olahraga Lebih Nyaman

Ia berharap semua ABK kapal yang diculik bajak laut secepatnya diselamatkan. “Kita berharap semua yang diculik selamat. Mereka itu rekan kerja suami, mencari nafkah di negeri orang untuk keluarga di kampung halaman,” pungkasnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini