Viral Dugaan Intimidasi Warga di Cisewu Garut, KDM Ingatkan Kades Jangan Antikritik

Sukabumiupdate.com
Sabtu 03 Jan 2026, 20:59 WIB
Viral Dugaan Intimidasi Warga di Cisewu Garut, KDM Ingatkan Kades Jangan Antikritik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara terkait viralnya video dugaan intimidasi keluarga Kades Panggalih Cisewu Garut kepada warga yang mengkritik soal pembangunan. (Sumber Foto: IG Dedi Mulyadi)

SUKABUMIUPDATE.com – Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan video dugaan intimidasi yang dilakukan oleh keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Menanggapi kasus yang viral tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung angkat bicara dan memberikan teguran keras.

Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Sabtu (3/1/2026), pria yang akrab disapa KDM ini mengunggah ulang cuplikan video intimidasi terhadap seorang warga bernama Holis Muhlisin. Dedi menyayangkan tindakan tersebut dan mengingatkan bahwa era pejabat antikritik sudah berakhir.

Dalam video unggahannya, Dedi Mulyadi juga meminta meminta agar seluruh pihak yang terlibat segera menempuh jalan damai.

"Saya minta kepada jajaran kepala desa, masyarakat yang ada di sana lakukan rekonsiliasi, lakukan perbaikan pembangunan," tegas Dedi.

Baca Juga: Revisi Kepgub Jabar Terbit, UMSK Kabupaten Sukabumi 2026 Ditetapkan Rp3.850.489

Pemimpin Harus Tahan Kritik

Informasi yang dihimpun, peristiwa ini diduga dipicu oleh keberanian warga tersebut dalam memposting keluhan mengenai anggaran desa serta rencana perbaikan jalan desa yang hingga kini belum terealisasi dengan maksimal.

Dedi Mulyadi kemudian mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi, aparat pemerintah mulai dari tingkat desa hingga RT harus berjiwa besar dalam menerima kritik. Menurutnya, kritik mengenai kualitas pembangunan atau kondisi sosial masyarakat adalah bagian dari dinamika kepemimpinan yang harus dijawab dengan perbaikan, bukan ancaman.

"Sudah bukan musimnya lagi kita antikritik dan kita mencaci maki orang yang mengkritik kita," katanya.

Baca Juga: Perkebunan Sawit Eksisting di Sukabumi hingga Bogor Akan Dievaluasi Pemprov Jabar

Ia menekankan agar perangkat desa tidak alergi terhadap konten-konten yang menyoroti persoalan di lapangan, seperti jalan rusak, drainase yang tidak berfungsi, hingga kemiskinan warga yang tidak tertangani.

"Manakala ada orang yang melakukan kritik, memposting pembangunan yang belum berkeadilan, jalan rusak, drainase rusak, saluran air rusak, rumah rakyat miskin tidak ada yang peduli, jangan pernah melakukan intimidasi pengancaman," tegasnya.

Desak Bupati Garut Turun Tangan

Selain memberikan teguran kepada jajaran desa, Gubernur Jabar juga memberikan instruksi khusus kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin. Ia meminta pemerintah daerah segera menangani kasus video viral ini agar tidak menciptakan iklim ketakutan di masyarakat dalam menyampaikan otokritik.

"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terkini