Pemkab Diminta Ambil Peran, Jika Perawatan Ojol Korban Aparat Dipindahkan ke Sukabumi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 30 Agu 2025, 15:45 WIB
Pemkab Diminta Ambil Peran, Jika Perawatan Ojol Korban Aparat Dipindahkan ke Sukabumi

Moh. Umar Amarudin (30 tahun) berada di RS PELNI. Ia adalah driver ojol asal Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, korban kericuhan demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025. | Foto: Istimewa

SUKABUMIUPDATE.com - Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKS Uden Abdunnatsir meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memastikan perawatan Moh. Umar Amarudin (30 tahun), driver ojek online atau ojol asal Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Umar adalah korban luka akibat tindakan aparat saat kericuhan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada 28 Agustus 2025.

Saat ini Umar tengah menjalani perawatan intensif di RS PELNI, Jakarta Barat. Kondisinya dilaporkan membaik setelah sebelumnya sempat dikabarkan kritis. Tim medis terus memantau dan menstabilkan kondisi Umar sebelum opsi pemulangan ke Sukabumi dipertimbangkan. Umar tidak berada di lokasi demonstrasi sebagai peserta aksi. Ia baru saja menurunkan penumpang dan menunaikan salat magrib di masjid terdekat ketika mendengar keributan.

Akibat kekerasan itu, Umar yang berasal dari Kampung Sukamukti RT 01/01 Desa/Kecamatan Cikidang, mengalami patah tulang dan pergeseran rahang. Luka tersebut masih dalam pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, untuk menentukan tindakan medis berikutnya. Keputusan pemulangan akan dipertimbangkan setelah kondisi stabil dan ada rekomendasi medis. Pertimbangan dirawat di Sukabumi adalah agar lebih dekat dengan keluarga.

Baca Juga: Wapres Gibran Jenguk Ojol Asal Sukabumi Korban Brutalitas Aparat di Jakarta

Meski begitu, keluarga Umar menyebut keputusan pulang ke Sukabumi terkendala ketidakpastian soal biaya dan kesiapan fasilitas medis setempat. Jika tetap dirawat di Jakarta, maka seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menanggapi kondisi ini, Uden Abdunnatsir menyampaikan belasungkawa dan dukungan moral. “Saya secara pribadi ikut berbelasungkawa terhadap musibah yang menimpa pekerja ojol yang sedang menyuarakan aspirasinya di Jakarta. Semoga lekas sembuh dan urusan semua pihak dipermudah,” kata dia kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (30/8/2025).

Uden menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah daerah, dalam kondisi seperti ini, terutama Pemkab Sukabumi, dan meminta memberikan kepastian apabila Umar dipindahkan perawatannya ke Sukabumi. “Pemerintah dan pihak terkait harus peduli, membantu biaya pengobatan, karena Umar adalah tulang punggung keluarga. Kita bersabar, ini adalah musibah atau ujian dari Allah SWT. InsyaAllah situasi dan kondisi ke depan cepat membaik,” ujarnya.

Kepala Desa Cikidang, Suhendra, sebelumnya mengungkapkan kondisi Umar telah membaik. Perbaikan ini bahkan sudah bisa dirasakan oleh pihak keluarga. Pada 29 Agustus 2025, Umar dapat berkomunikasi melalui panggilan video dengan keluarganya di Sukabumi. Dalam percakapan itu, ia sempat memberikan keterangan awal terkait apa yang dialaminya.

"Sudah membaik, kemarin pihak keluarga video call langsung sama korban. Bisa dimintai keterangan, bisa ngobrol. Belum (rencana pulang atau dipindahkan dari RS PELNI ke Sukabumi). Jadi untuk sementara masih dirawat di RS PELNI," kata dia.

Menurut penuturan keluarga yang diterima Suhendra, Umar berada di sekitar lokasi aksi bukan sebagai peserta demonstrasi. Ia baru saja menurunkan penumpang dan sempat menunaikan salat magrib di masjid terdekat. Setelah keluar dari masjid, Umar mendengar keributan dan tiba-tiba merasakan perih pada matanya, diduga akibat gas air mata.

Berita Terkait
Berita Terkini