Kakak Ungkap Kondisi Umar: Patah Tulang dan Rahang Bergeser Usai Dipukuli Aparat

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 11:34 WIB
Kakak Ungkap Kondisi Umar: Patah Tulang dan Rahang Bergeser Usai Dipukuli Aparat

Santi (42), kakak pertama Umar saat membeberkan kondisi adiknya saat ini yang menjadi korban kerusuhan Demo DPR pada Kamis 28 Agustus 2025. (Sumber : Istimewa/Sukabumiupdate.com.).

SUKABUMIUPDATE.com - Driver Ojol asal Sukabumi Jawa Barat yang bernama Moh. Umar Amarudin (29) turut menjadi salah satu korban dari insiden kericuhan aksi demonstrasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Umar diketahui menjadi korban salah sasaran dalam kericuhan aksi demonstrasi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Umar bahkan sebelumnya diberitakan meninggal dunia karena dilindas oleh mobil rantis baracuda Brimob. 

Baca Juga: Bukan Dilindas Rantis, Klarifikasi: Umar Ojol Warga Sukabumi Dipukuli Aparat Saat Turunkan Penumpang

Akan tetapi hal itu kemudian diklarifikasi oleh Uus Supendi, sopir ambulans Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi, bahwa Umar masih hidup dan sedang menjalani perawatan intensif di RS Pelni, Jakarta Barat.

Pada Jumat (29/8/2025), reporter Sukabumiupdate.com mencoba menyambangi rumah keluarga Moh. Umar Amarudin (29), yang berada di Kampung Sukamukti, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. 

Santi (42), kakak pertama Umar, mengungkapkan kondisi Umar berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit. Umar anak ke sembilan dari sebelas bersaudara itu mengalami luka dalam, patah tulang serta ada pergeseran pada rahang.

“Terakhir itu katanya menunggu dua hari lagi CT Scan dan rontgen. Menurut informasi, Umar mengalami luka dalam, patah tulang, serta pergeseran dan retakan pada rahang,” ungkap Santi kepada Sukabumiupdate.com Jumat (29/08/2025).

Baca Juga: Affan Kurniawan, Nama di Balik Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Saat ini Umar masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, dengan didampingi dua saudaranya, Yusuf dan Dede. 

Santi menuturkan bahwa kabar mengenai Umar sempat membuat keluarga panik dan cemas. “Pas nerima telepon, ditanya ini adiknya Umar, lalu dikirimkan KTP-nya. Oh iya benar, saya sampai gemetar, tidak bisa bicara setelah tahu kabarnya,” kata Santi.

Meski sempat beredar kabar bahwa Umar meninggal dunia, pihak keluarga memastikan informasi tersebut tidak benar. Keluarga pun berharap Umar segera pulih dan bisa kembali berkumpul di rumah. 

“Kami hanya berharap Umar cepat sembuh, harapannya mendapatkan keadilan seadil-adilnya dan pelakunya mendapatkan hukumannya yang setimpal.” tutur Santi.




Berita Terkait
Berita Terkini