SUKABUMIUPDATE.com - Usman, adik sekaligus saudara kembar dari Moh. Umar Amarudin (29), menceritakan perasaan dan harapannya terkait kondisi sang kakak yang menjadi korban pemukulan aparat saat demonstrasi ricuh di sekitar Gedung DPR, Kamis malam (28/8/2025).
Ditemui di rumahnya di Kampung Sukamukti, RT 01/RW 01, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jumat (29/8/2025), Usman mengaku tidak menyangka kakaknya menjadi salah satu korban. “Gak nyangka dan kaget pas denger berita, Umar menjadi salah satu korbannya,” ucapnya kepada Sukabumiupdate.com pada Jumat (29/08/2025).
Baca Juga: Kakak Ungkap Kondisi Umar: Patah Tulang dan Rahang Bergeser Usai Dipukuli Aparat
Ia menjelaskan bahwa dirinya dan Umar sehari-hari biasanya menjalin komunikasi meski berbeda domisili. “Biasanya melalui WhatsApp, kalau tidak ya paling lewat telepon,” ujar Usman.
Menurut Usman, Umar bekerja sebagai pengemudi ojek online dan tinggal di sebuah kos di kawasan Slipi, Jakarta, bersama adiknya yang lain.
Diketahui Umar juga saat ini belum berkeluarga dan jarang pulang ke Sukabumi. Usman menambahkan, sebelum insiden terjadi ia tidak menerima kabar apapun dari saudara kembarnya. “Tiba-tiba ada insiden itu,” ungkapnya.
Baca Juga: Bukan Dilindas Rantis, Klarifikasi: Umar Ojol Warga Sukabumi Dipukuli Aparat Saat Turunkan Penumpang
Hingga kini, Umar masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, dan ditemani oleh salah satu kakak mereka.
Usman menyebut, “Umar orangnya pekerja keras, tidak mudah patah semangat, dan baik sama keluarga. Dia juga sering membantu keluarga.” kata Usman.
Pihak keluarga berharap kondisi Umar bisa segera pulih seperti sedia kala. Usman menegaskan, keluarganya ingin ada keadilan atas insiden tersebut. Ia berharap pelaku dapat diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.
“Harapannya mudah-mudahan bisa sehat kembali seperti normal lagi dan mendapat keadilan,” pungkas Usman kepada Sukabumiupdate.com.
Sebelumnya Umar diberitakan menjadi korban meninggal dunia akibat terlindas rantis Brimob. Faktanya, Umar saat ini masih hidup dan sedang menjalani perawatan medis intensif di RS Pelni, Jakarta Barat dengan ditanggung penuh oleh Pemda DKI.