Bukan Dilindas Rantis, Klarifikasi: Umar Ojol Warga Sukabumi Dipukuli Aparat Saat Turunkan Penumpang

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 10:43 WIB
Bukan Dilindas Rantis, Klarifikasi: Umar Ojol Warga Sukabumi Dipukuli Aparat Saat Turunkan Penumpang

Sosok Moh. Umar Amarudin (30), warga Kampung Sukamukti, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi yang menjadi korban demo ricuh DPR. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pengemudi ojek online (ojol) asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban dalam kericuhan usai aksi demonstrasi mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Korban diketahui bernama Moh. Umar Amarudin (30), warga Kampung Sukamukti, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Kabar yang viral di media sosial, Umar diisukan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Namun dalam sebuah rekaman suara yang diterima Sukabumiupdate.com Jumat (29/08/2025), Uus Supendi, sopir ambulans Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi, memberikan klarifikasi terkait kondisi Moh. Umar Amarudin.

Baca Juga: Affan Kurniawan, Nama di Balik Tragedi Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob

Menurut Uus, Umar menjadi korban salah sasaran saat aparat mengira dirinya ikut terlibat dalam aksi demonstrasi. “Kronologisnya, Umar sedang menurunkan penumpang. Namun, oleh aparat disangka ikut demo dan langsung dipukuli,” jelas Uus.

Ia menegaskan, kabar yang menyebut Umar meninggal dunia adalah tidak benar. “Saya sudah bertemu dengan Umar. Namun, kami tidak bisa membawanya pulang karena perawatannya saat ini ditanggung Pemda DKI Jakarta sampai sembuh,” tambahnya.

Selain itu, pihak dari Gubernur Dedi Mulyadi juga turun langsung meninjau kondisi Umar. Hingga kini, Umar masih menjalani perawatan medis intensif di RS Pelni, Jakarta Barat.

Baca Juga: 7 Anggota Brimob Diperiksa Buntut Diver Ojol Tewas Dilindas Rantis

Diberitakan sebelumnya Umar adalah korban yang terlindas rantis Brimob. Akan tetapi dalam klarifikasi terbaru jika Umar adalah korban salah sasaran dari aparat kepolisian ketika ia setelah menurunkan penumpang.

Kepala Desa Cikidang, Suhendra mengatakan Umar mengalami patah tulang punggung akibat insiden tersebut dan saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta. Keluarga korban pertama kali mendapat informasi melalui grup ambulans.

Umar diketahui telah tinggal di Jakarta selama sekitar lima tahun untuk bekerja sebagai pengemudi ojol. Ia tinggal di sebuah kos-kosan dan hingga kini belum menikah.

 

Berita Terkait
Berita Terkini