Harga hingga Rasa, Menu MBG untuk 3 Hari di TK Cidahu Sukabumi Dikeluhkan Wali Murid

Sukabumiupdate.com
Sabtu 28 Feb 2026, 22:00 WIB
Harga hingga Rasa, Menu MBG untuk 3 Hari di TK Cidahu Sukabumi Dikeluhkan Wali Murid

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah TK di Cidahu, Kabupaten Sukabumi | Foto : dok. warga

SUKABUMIUPDATE.com - Keluhan terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali muncul. Kali ini disampaikan orang tua murid berinisial Z pada salah satu TK di Kampung Bojongpari, Desa Pondokkaso Tengah, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Menu yang dipersoalkan tersebut dibagikan pada Kamis, 26 Februari 2026, dan disebut sebagai paket untuk kebutuhan tiga hari. Z menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, anggaran MBG untuk jenjang TK sebesar Rp8 ribu per anak per hari. Jika dikalikan tiga hari, seharusnya total mencapai Rp24 ribu.

“Kalau Rp8 ribu per hari, berarti untuk tiga hari harusnya Rp24 ribu,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (28/2/2026).

Ia kemudian mencoba menghitung secara kasar isi paket yang diterima, yakni tahu ungkep dua potong, ayam ungkep bagian dada berukuran kecil, susu UHT, serta roti sisir produksi rumahan.

“Perkiraan kasar kami, tahu sama ayam mungkin sekitar Rp6 ribu, susu sekitar Rp3 ribu. Sisanya roti sisir. Apa iya roti sisirnya Rp13 ribu? Itu hitungan kasar ibu-ibu sebagai konsumen akhir,” katanya.

Baca Juga: Ngabuburit dan Berburu Takjil, Alun-alun Jampangtengah Tak Pernah Sepi Selama Ramadan

Menurut Z, perhitungan tersebut hanya gambaran umum dari sudut pandang pembeli eceran. Ia juga menilai jika pembelian dilakukan dalam jumlah besar, harga bahan seharusnya bisa lebih rendah.

Meski demikian, ia menegaskan persoalan utama bukan hanya soal nominal, tetapi juga kualitas dan jenis makanan yang dipilih. “Titik beratnya bukan cuma soal jumlah nominal, tapi pemilihan makanan dari segi jenis dan kualitas,” ucapnya.

Ia menilai kualitas roti yang diterima kurang baik. Roti disebut sudah keras, bahkan pada hari kedua terasa pahit, padahal paket tersebut diperuntukkan untuk tiga hari. “Rotinya keras. Katanya untuk tiga hari, tapi hari kedua sudah keras dan pahit,” ujarnya.

Z juga membandingkan dengan pelaksanaan MBG di daerah lain yang menurutnya dinilai lebih baik, meski berada di wilayah dengan harga kebutuhan relatif lebih tinggi.

“Anggaran MBG itu bukannya sama tiap daerah? Di tempat lain yang lebih kota saja bagus. Masa di kabupaten yang harga lebih murah hasilnya seperti ini,” katanya.

Ia berharap ada evaluasi terhadap kualitas bahan dan komposisi menu agar pelaksanaan program MBG benar-benar sesuai tujuan dan memberikan manfaat optimal bagi anak-anak.

Berita Terkait
Berita Terkini