SUKABUMIUPDATE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengambil langkah taktis guna menjamin keselamatan warga terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 005 RW 007, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung. Sejak Sabtu (28/2/2026), personel BPBD telah disiagakan untuk mendirikan sejumlah tenda darurat dari BNPB di area yang dinilai aman.
Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa pemasangan tenda ini merupakan prioritas utama untuk memitigasi risiko bagi warga yang rumahnya sudah tidak layak huni akibat retakan tanah yang kian meluas.
“Hari ini tim melakukan pemasangan tenda untuk pengungsian warga yang terdampak bencana pergerakan tanah di Kampung Cijambe. Sebanyak 6 unit tenda jenis family sudah terpasang di lokasi," kata Daeng.
Baca Juga: Pergerakan Tanah di Cijambe Bantargadung Meluas: Rusak 25 Bangunan Termasuk Ponpes, 4 KK Mengungsi
Selain enam unit yang sudah berdiri di titik bencana, BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi lonjakan jumlah pengungsi sewaktu-waktu. Penambahan personel dan logistik terus dipantau seiring dengan kondisi tanah yang masih labil.
"Kami juga menyiagakan 4 unit tenda tambahan di Kantor Desa Bantargadung. Ini dilakukan guna mengantisipasi jika tenda yang sudah terpasang saat ini masih dirasa kurang bagi jumlah pengungsi," jelas Daeng.
Hingga saat ini, pola pengungsian warga masih tersebar. Sebagian warga terdampak memilih untuk mengungsi ke rumah sanak saudara terdekat. Bahkan, beberapa keluarga dilaporkan memilih untuk mengontrak rumah di wilayah yang lebih aman demi menghindari risiko susulan.
BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan untuk mendata kebutuhan logistik para pengungsi, mengingat intensitas hujan di wilayah Sukabumi masih berpotensi memicu pergerakan tanah lanjutan.
Diketahui, berdasarkan data terbaru dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Jumat (27/2/2026), retakan tanah yang dipicu hujan intensitas tinggi selama sepekan terakhir di lokasi tersebut telah berdampak pada 25 unit bangunan dalam satu wilayah RT.
Rinciannya meliputi:
- Rusak Berat (5 Bangunan): Mencakup empat rumah tinggal milik keluarga Diding S (3 jiwa), Linda Farida (4 jiwa), Muhamad Buhori (3 jiwa), dan Ade Elly Saputra (3 jiwa), serta satu bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) milik Muhamad Abdul Muizzul Falah yang dihuni sekitar 20 jiwa.
- Rusak Sedang (6 Rumah): Menimpa enam kepala keluarga (KK).
- Rusak Ringan (14 Rumah): Tercatat 14 unit rumah mengalami retakan di beberapa bagian struktur.





