Keluarga Ojol Korban Demo Ricuh Ingin Umar Dirawat di Sukabumi, Tapi Terkendala Biaya

Sukabumiupdate.com
Jumat 29 Agu 2025, 16:07 WIB
Keluarga Ojol Korban Demo Ricuh Ingin Umar Dirawat di Sukabumi, Tapi Terkendala Biaya

Rudi (50 tahun), kakak ipar Umar, ungkap keluarga sempat mempertimbangkan opsi pemindahan perawatan Umar ke Sukabumi agar lebih dekat dengan rumah dan keluarga. (Sumber Foto: SU/Ibnu Sanubari)

SUKABUMIUPDATE.com – Keluarga Umar, pengemudi ojek online (ojol) asal Kampung Sukamukti RT 01/01, Desa Cikidang, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, tengah mempertimbangkan pemindahan lokasi perawatan Umar ke Sukabumi. Namun, keputusan itu masih terkendala ketidakpastian soal biaya dan penanganan medis.

Sebelumnya, Umar dikabarkan mengalami patah tulang dan pergeseran rahang setelah diduga menjadi korban pemukulan aparat saat aksi demonstrasi di Jakarta berujung ricuh pada Kamis 28 Agustus 2025 malam.

Saat ini, Umar tengah menjalani penanganan medis di Jakarta dan masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan, termasuk rontgen, sebelum diputuskan apakah akan tetap dirawat di ibu kota atau dipindahkan ke kampung halamannya di Sukabumi.

"Kalau keputusan kan nunggu dulu rontgen. Kalau misalkan agak parah, mungkin dirawat di sana, soalnya di sana juga sudah ada yang menangani,” ujar Rudi (50 tahun), kakak ipar Umar, saat ditemui di rumahnya, Jumat (29/08/2025).

Baca Juga: Bukan Dilindas Rantis, Klarifikasi: Umar Ojol Warga Sukabumi Dipukuli Aparat Saat Turunkan Penumpang

Rudi menjelaskan, apabila Umar tetap dirawat di Jakarta, maka seluruh biaya akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta. Namun, keluarga sempat mempertimbangkan opsi pemindahan ke Sukabumi agar lebih dekat dengan rumah dan keluarga.

“Kalau di Jakarta biayanya ditanggung. Sebenarnya enak dirawat dekat rumah karena nggak jauh dari keluarga, hanya saja di sini belum ada kepastian biayanya dan penanganannya seperti apa. Kalau di sana kan sudah ada yang menangani, jadi keluarga agak tenang,” jelasnya.

Meski demikian, keluarga menyerahkan sepenuhnya pada pertimbangan tim medis yang menangani Umar.

“Kalau itu sih tadi kata yang di sana, jangan terlalu dipikirin. Sekarang kan di sana sudah ada yang menangani, sudah ada yang ngurus,” pungkas Rudi.

Baca Juga: Tragedi Ojol Dilindas Rantis Brimob: Prabowo Perintahkan Pengusutan Tuntas dan Transparan

Sebelumnya diberitakan, driver Ojol asal Sukabumi Jawa Barat yang bernama Moh. Umar Amarudin (30 tahun) turut menjadi salah satu korban dari insiden kericuhan aksi demonstrasi di Jakarta, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025.

Umar diketahui menjadi korban salah sasaran dalam kericuhan aksi demonstrasi pada Kamis malam, 28 Agustus 2025, di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta. Umar bahkan sebelumnya diberitakan meninggal dunia karena dilindas oleh mobil rantis jenis baracuda milik Brimob.

Akan tetapi hal itu kemudian diklarifikasi oleh Uus Supendi, sopir ambulans Desa Cikidang, Kabupaten Sukabumi, bahwa Umar masih hidup dan sedang menjalani perawatan intensif di RS Pelni, Jakarta Barat.

Santi (42), kakak pertama Umar, mengungkapkan kondisi Umar berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari pihak rumah sakit. Umar anak ke sembilan dari sebelas bersaudara itu mengalami luka dalam, patah tulang serta ada pergeseran pada rahang.

“Kami hanya berharap Umar cepat sembuh, harapannya mendapatkan keadilan seadil-adilnya dan pelakunya mendapatkan hukumannya yang setimpal.” tutur Santi.

Berita Terkait
Berita Terkini