Cerita Riska, Mahasiswi yang Viral Lindungi Pedagang Kue Ape saat Ricuh Aksi di Sukabumi
Riska, mahasiswi Sukabumi, viral setelah melindungi pedagang kue ape di tengah ricuh aksi demonstrasi 1 September 2025 di depan gedung DPRD Kota Sukabumi.
Kumpulan artikel, liputan investigasi, dan berita terkini karya Turangga Anom yang dipublikasikan di SukabumiUpdate.com.
Riska, mahasiswi Sukabumi, viral setelah melindungi pedagang kue ape di tengah ricuh aksi demonstrasi 1 September 2025 di depan gedung DPRD Kota Sukabumi.
Wawan Juanda menegaskan bersama seluruh unsur di parlemen dan pemerintah daerah, membahas tuntutan massa aksi untuk mencabut aturan tunjangan keuangan terbaru untuk wakil rakyat.
Kepada awak media, Minggu malam (1/9/2025) Ayep Zaki menjelaskan tentang dua tuntutan massa aksi yang disepakatinya.
Mahasiswa KKN kelompok 5 Nusa Putra University bekerja sama dengan Puskesmas Kecamatan Cisolok dan Pustu Desa Cicadas menggelar kegiatan cek kesehatan gratis bagi warga
Massa menegaskan tidak akan membubarkan diri sebelum tuntutan aksi 1 September 2025 bertajuk gerakan amarah rakyat sukabumi ini dipenuhi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Dede berada di tengah kerumunan massa aksi. Tiba-tiba sebuah batu menghantam kepalanya hingga menyebabkan luka dan mengeluarkan darah.
Demonstran itu kemudian dibawa ke dalam area kantor DPRD Kota Sukabumi. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui kondisi demonstran yang diamankan tersebut.
Tak hanya fasilitas keuangan untuk DPR RI yang disorot, massa aksi 1 September 2025 di Kota Sukabumi juga meminta pemerintah daerah mencabut tunjangan-tunjangan untuk DPRD.
Dari kantor Polres Sukabumi Kota, massa kemudian bergerak ke lokasi kedua yaitu Balai Kota Sukabumi.
Selain Polres Sukabumi Kota, massa aksi juga akan berunjuk rasa di Pemkot dan DPRD Kota Sukabumi.
Selain seminar, mahasiswa KKN Nusa Putra juga meluncurkan program jangka panjang berupa penanaman 50 bibit pohon di titik-titik strategis yang rawan longsor.
Warga sukabumi kompak menyuarakan pesan damai kepada para peserta aksi. Kalangan akademisi meminta peserta aksi menjaga kondusifitas Sukabumi.
Publik merespon rencana aksi 1 September 2025 yang akan berlangsung di banyak daerah termasuk Kota Sukabumi.
Sejumlah perguruan tinggi di Sukabumi mengambil langkah antisipatif dengan menyesuaikan kegiatan akademik dan administratif.
Kunjungan ini memberi wawasan bagi mahasiswa mengenai pengelolaan energi.
Kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pencegahan stunting sejak dini.
Sertifikasi ini menjadi bukti nyata komitmen Diarpus Kabupaten Sukabumi dalam mendukung profesionalisme pustakawan sesuai standar nasional.
Diarpus Kabupaten Sukabumi menyerahkan bantuan hibah sarana prasarana pengembangan perpustakaan ke di lokus P2WKSS di Desa Gunungguruh
67 tenaga non-ASN tidak diusulkan karena sudah meninggal atau tidak aktif bekerja.
Seorang warga Kampung Pasir Muncang, Desa Margaluyu, Kecamatan Sukaraja, datang membawa anaknya yang mengalami cincin macet di jari kelingking.