Dinkes Sukabumi Percepat Layanan BPJS untuk Pasien Cath Lab RSUD Sekarwangi

Dinkes Sukabumi Percepat Layanan BPJS untuk Pasien Cath Lab RSUD Sekarwangi

Pemaparan Kemenkes dalam pendampingan pelayanan Cath Lab RSUD Sekarwangi Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com - Pengoperasian layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, mendapat pendampingan dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Pendampingan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tenaga medis setempat dalam menggunakan peralatan sekaligus memberikan pelayanan tindakan jantung kepada pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, mengatakan RSHS berperan sebagai rumah sakit pengampu yang memberikan bimbingan kepada tenaga medis RSUD Sekarwangi. Hal itu diperlukan karena RSHS memiliki pengalaman lebih dulu dalam mengoperasikan fasilitas Cath Lab.

Menurut Masykur, kunjungan tim RSHS ke RSUD Sekarwangi pada Selasa (3/11/2026) merupakan bagian dari proses transfer pengetahuan dan keterampilan atau transfer knowledge dan transfer skill.

"RSHS itu sebagai pengampu, kalau bahasa sederhananya pembimbing. Jadi, Sekarwangi belajar ke RSHS dan mereka langsung mendampingi ke sini. Pendampingan tadi dalam rangka transfer knowledge dan transfer skill," kata Masykur saat diwawancarai, Selasa (3/11/2026).

Baca Juga: Dari Hanjeli ke Matematika Dunia, Disdik Ungkap Inovasi 2 Guru di Sukabumi Peraih IMSCC 2026

Ia menjelaskan, keberadaan alat Cath Lab di RSUD Sekarwangi merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Namun, ketersediaan peralatan perlu diikuti dengan kesiapan tenaga medis yang mampu mengoperasikan dan menjalankan prosedur pelayanan.

Karena itu, dokter dan tenaga medis di RSUD Sekarwangi masih membutuhkan pendampingan dari RSHS agar penggunaan alat serta pelaksanaan tindakan dapat berjalan sesuai kebutuhan pelayanan.

Masykur menyebut kesiapan layanan Cath Lab di RSUD Sekarwangi saat ini sudah mencapai 100 persen. Ia mengatakan, hingga kunjungan tersebut berlangsung, sudah ada enam pasien yang mendapatkan tindakan melalui fasilitas tersebut.

"Alatnya sudah, kemudian SDM yang melaksanakannya sekarang sudah bisa. Bahkan tadi sudah ada enam pasien yang dilakukan tindakan. Ke depan akan terus didampingi dan dimonitoring oleh RSHS," ujarnya.

Baca Juga: Lapang Sekarwangi Disulap Jadi Ruang Publik, Bupati Sukabumi Targetkan Jadi Ikon Baru Cibadak

Meski demikian, masih ada tahapan yang perlu diselesaikan agar layanan Cath Lab dapat diakses oleh peserta BPJS Kesehatan. Menurut Masykur, pihaknya masih menunggu persetujuan BPJS agar biaya tindakan dapat diklaim melalui program tersebut.

"Untuk masyarakat yang pakai BPJS bisa diklaimkan, itu masih menunggu dari BPJS. Mudah-mudahan bisa secepatnya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Masykur juga menyampaikan bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengikuti kegiatan tersebut secara daring melalui konferensi video. Menurutnya, Kementerian Kesehatan memberikan apresiasi terhadap upaya RSUD Sekarwangi dalam mempercepat penyelenggaraan pelayanan jantung, termasuk pendampingan yang diberikan RSHS Bandung.

Ia menyebut ada dua pesan yang disampaikan Menteri Kesehatan. Pertama, fasilitas Cath Lab dan sumber daya manusia yang telah tersedia harus dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya pasien penyakit jantung.

Baca Juga: Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Kedua, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya mencegah penyakit jantung.

"Pak Menteri mengapresiasi upaya Sekarwangi agar pelayanan jantung ini cepat terlaksana. Beliau juga mengapresiasi RSHS yang mau mendampingi. Catatannya, alat dan SDM yang sudah ada harus dimanfaatkan untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya untuk penyakit jantung," tutur Masykur. (*)

 

Berita Terkini