SUKABUMIUPDATE.com - Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, mulai menangani sejumlah pasien yang membutuhkan tindakan jantung. Pada Selasa (3/11/2026), Bupati Sukabumi Asep Japar menyebut empat pasien telah mendapatkan penanganan melalui layanan tersebut, sementara dua pasien lainnya dijadwalkan menjalani tindakan pada keesokan harinya.
Asep Japar menyampaikan hal itu saat meninjau layanan jantung di RSUD Sekarwangi bersama jajaran rumah sakit dan tim dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Menurutnya, pelaksanaan tindakan jantung di Sekarwangi menjadi langkah agar masyarakat Sukabumi bisa memperoleh penanganan lebih dekat tanpa harus pergi ke luar daerah.
"Launching pertama untuk operasi jantung, dan alhamdulillah hari ini sudah bisa dilaksanakan dengan cepat. Itu empat pasien, besok dua lagi," kata Asep.
Ia menyebut fasilitas Cath Lab tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan. Asep berharap dukungan pemerintah pusat terhadap pelayanan kesehatan di Kabupaten Sukabumi dapat terus berlanjut. Ia juga menyampaikan harapan agar pada tahun depan Kabupaten Sukabumi memperoleh pembangunan rumah sakit baru.
Menurut Asep, keberadaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan tindakan jantung sehingga tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung, Bogor, maupun Jakarta.
"Jadi kita sudah tidak usah berangkat lagi ke Jakarta, ke Bandung, di sini sudah tersedia. Sampaikan nanti melalui media juga ke warga masyarakat Sukabumi, RS Sekarwangi sudah siap untuk itu," ujarnya.
Meski demikian, layanan Cath Lab di RSUD Sekarwangi saat ini belum dapat melayani pasien melalui BPJS Kesehatan. Asep mengatakan pemerintah daerah masih mengupayakan agar kedepan layanan tersebut bisa diakses oleh peserta BPJS.
"BPJS belum, lagi diupayakan. Mudah-mudahan kita lancar kedepannya," ucapnya.
Baca Juga: AFC Ubah Jadwal Piala Asia 2027, Timnas Indonesia Tunda Laga Perdana Lawan Jepang
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Sukabumi mendukung pengembangan layanan jantung di RSUD Sekarwangi. Menurutnya, fasilitas tersebut dibutuhkan agar warga yang mengalami penyakit jantung bisa memperoleh penanganan di daerah sendiri.
Cerita Keluarga Pasien
Dampak keberadaan layanan itu juga dirasakan keluarga pasien. Yulia (54), salah seorang keluarga pasien yang menjalani pemasangan ring jantung di RSUD Sekarwangi, mengaku terbantu karena keluarganya tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke Bandung untuk mendapatkan tindakan medis.
Ia menceritakan, adiknya mulai mengalami keluhan berupa nyeri dan rasa panas di bagian dada kiri sekitar satu bulan sebelum menjalani tindakan. Setelah diperiksa di RSUD Sekarwangi, pasien dinyatakan membutuhkan pemasangan ring jantung.
"Alhamdulillah, kalau kemarin-kemarin kan harus ke Bandung, harus jauh kalau berobat. Sekarang alhamdulillah ada di Rumah Sakit Sekarwangi, jadi sangat membantu, tidak terlalu jauh," kata Yulia.
Baca Juga: Kapolri Diminta Terbuka, Isu Penyadapan Pejabat Negara di Balik Pemeriksaan Jenderal Polisi
Menurutnya, keluarga sempat membayangkan harus membawa pasien ke Bandung untuk mendapatkan penanganan. Namun, setelah mengetahui RSUD Sekarwangi telah memiliki layanan tersebut, pasien akhirnya menjalani tindakan di rumah sakit setempat.
Yulia mengatakan adiknya telah selesai menjalani pemasangan ring dan saat ini masih dalam tahap observasi. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, kondisi pasien sudah stabil dan masih menunggu pemantauan lebih lanjut sebelum dipindahkan ke ruang perawatan.
"Alhamdulillah, membantu. Jadi lebih cepat penanganannya, karena kalau ke Bandung kan perjalanan juga jauh," ujarnya.
Ia berharap pelayanan jantung di RSUD Sekarwangi terus berkembang, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanan kepada masyarakat. "Semoga Rumah Sakit Sekarwangi ini lebih berkembang terus, pelayanannya makin baik, dan makin sukses buat semuanya di sini," tuturnya. (Adv)















