SUKABUMIUPDATE.com – Warga di perbatasan Desa Bojong, Kecamatan Kalibunder, dan Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, membutuhkan bantuan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tengah musim kemarau panjang.
Kebutuhan tersebut mencuat menyusul debit air Sungai Cikaso yang mengalami penurunan cukup drastis dalam beberapa bulan terakhir. Padahal, sungai tersebut menjadi salah satu sumber air yang diandalkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Pantauan di lokasi, aliran Sungai Cikaso tampak menyusut. Dasar sungai yang dipenuhi bebatuan, tanah, dan pasir terlihat jelas akibat berkurangnya volume air.
Kepala Desa Bojong, Gian Indra Lesmana, mengatakan sebagian warga memanfaatkan Sungai Cikaso untuk mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan rumah tangga selama musim kemarau.
"Musim kemarau panjang ini sudah berlangsung sekitar lima sampai enam bulan. Alhamdulillah, Selasa malam ada hujan turun," kata Gian kepada sukabumiupdate.com, Rabu (9/9/2026).
Baca Juga: Debit Bendungan Ciletuh Sukabumi Menurun, Dasar Sungai Mulai Terlihat
Menurut Gian, selain mengandalkan Sungai Cikaso, sebagian warga juga memasang pipa dan selang untuk mengalirkan air dari sumber mata air di kawasan Pasir Gombong. Namun, jarak yang cukup jauh serta debit mata air yang mulai berkurang menjadi kendala.
“Kami berharap pemerintah bisa hadir dengan memberikan bantuan berupa sumur bor. Ini perlu ada bantuan sumur bor,” ujarnya.
Sementara itu, Ade (54), warga Desa Bojong, mengatakan Sungai Cikaso memang menjadi andalan warga setiap kali musim kemarau panjang melanda.
“Memang tiap kemarau panjang sungai ini dimanfaatkan warga. Bahkan, mencuci motor pun di sungai,” kata Ade.
Menurut Ade, aktivitas warga di sekitar sungai biasanya meningkat saat akhir pekan. Selain mencuci, warga juga kerap berkumpul dan menggelar makan bersama atau botraman.
“Biasanya hari Sabtu dan Minggu ramai, sekalian ada juga yang masak botraman,” tuturnya.
Baca Juga: Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Masuk 50 Besar DPD RI Award Nasional Bidang Ketahanan Pangan
Hal senada disampaikan Endong, warga Desa Sirnamekar, Kecamatan Tegalbuleud. Ia mengatakan sejumlah sumur milik warga sudah mengering sehingga mereka terpaksa mengambil air dari Sungai Cikaso.
“Ada beberapa warga yang sumurnya sudah kering. Terpaksa mengambil dari Sungai Cikaso untuk kebutuhan cuci, mandi, atau wudhu,” ungkapnya.
Warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi penyediaan air bersih, salah satunya melalui pembangunan sumur bor, agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi selama musim kemarau.















