1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara oleh BGN, Belum Daftar SLHS

Sukabumiupdate.com
Selasa 08 Sep 2026, 22:43 WIB
1.999 Dapur MBG Ditutup Sementara oleh BGN, Belum Daftar SLHS

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Sumber : Dok. BGN).

SUKABUMIUPDATE.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas untuk memastikan keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.999 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia ditutup sementara karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal itu disampaikan oleh Kepala BGN Sudaryono dalam siaran pers Nomor: SIPERS-310/BGN/09/2026, tentang kepatuhan terhadap standar SLHS dan persyaratan higiene sanitasi merupakan syarat mutlak bagi setiap dapur yang menyelenggarakan program MBG.

"Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis," ujar Sudaryono dalam siaran pers BGN, Senin (7/9/2026).

Baca Juga: Sinyal AHY Maju Pilpres 2029, Golkar Soroti Pidato Soal Kekuasaan Sementara

Ia menjelaskan, BGN terus melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap puluhan ribu dapur SPPG. Dari total awal 27.485 dapur, hasil penyisiran sementara menetapkan sebanyak 27.022 dapur.

Berdasarkan pembaruan data hasil koordinasi BGN dengan Kementerian Kesehatan per 7 September 2026 pukul 17.00 WIB, ditemukan 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing daerah.

Sudaryono menegaskan, persoalan tersebut bukan karena dapur telah mendaftar tetapi belum memenuhi persyaratan. Sebaliknya, ribuan dapur tersebut diketahui belum melakukan pendaftaran SLHS sama sekali.

"Dapur-dapur sebanyak 1.999 ini tidak melakukan pendaftaran SLHS di Dinas Kesehatan masing-masing. Artinya, bukan mendaftar lalu syaratnya tidak dipenuhi, melainkan tidak melakukan pendaftaran sama sekali," tegasnya.

Baca Juga: Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Masuk 50 Besar DPD RI Award Nasional Bidang Ketahanan Pangan

Setelah melalui tahapan konfirmasi dan evaluasi, BGN kemudian memutuskan menutup sementara seluruh dapur tersebut untuk menjalani investigasi lebih lanjut.

Adapun 1.999 dapur SPPG yang ditutup sementara terdiri dari:

  • Wilayah 1: 351 dapur SPPG
  • Wilayah 2: 1.417 dapur SPPG
  • Wilayah 3: 231 dapur SPPG

"Pada hari ini saya nyatakan 1.999 dapur SPPG ini saya tutup untuk kemudian kami lakukan investigasi," kata Sudaryono.

BGN menyatakan, penutupan sementara tersebut merupakan bagian dari upaya memperketat pengawasan terhadap penyelenggaraan MBG, sekaligus memastikan kualitas, keamanan pangan, dan keselamatan para penerima manfaat di seluruh Indonesia.



Berita Terkait
Berita Terkini