SUKABUMIUPDATE.com – Fenomena Bugel di Muara Cikaso, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, akhirnya jebol setelah hampir satu bulan terjadi. Dimana saat ini debit air perlahan-lahan mengalami penyusutan.
Jebolnya Bugel tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026) malam menjelang Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB. Air yang sebelumnya tertahan di kawasan muara perlahan mulai mengalir kembali menuju laut.
P2BK Kecamatan Tegalbuleud, Noris, mengatakan sebelum Bugel jebol ditemukan adanya bekas aktivitas berupa goresan atau saluran pada bagian Bugel.
“Fenomena Bugel ini hampir satu bulan terjadi. Kemarin terlihat ada bekas seperti dicangkul atau digores satu garis untuk membuat saluran. Kemudian malam hari sekitar pukul 24.00 WIB, air muara perlahan masuk ke laut dan Bugelnya akhirnya bobol,” kata Noris kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (28/8/2026).
Baca Juga: Persija vs Persib Resmi Digelar di SUGBK, PSSI Beri Toleransi Penggunaan Stadion
Menurutnya, jebolnya Bugel tersebut tidak serta-merta menghasilkan banyak ikan seperti yang sebelumnya ditunggu-tunggu warga. Pasalnya, saat aliran air kembali terbuka, jumlah ikan yang ditemukan tidak sebanyak perkiraan masyarakat.
“Prediksi banyaknya ikan yang ditunggu-tunggu ternyata tidak ada,” ujarnya.
Noris menyebut, jebolnya Bugel diduga bukan sepenuhnya terjadi secara alami. Sebab, terdapat dugaan adanya tindakan manusia yang membuat saluran hingga akhirnya air muara kembali mengalir ke laut.
“Diduga bedah Bugel terjadi karena adanya tindakan warga, bukan secara alami. Namun hal itu masih berdasarkan informasi dan kondisi yang terlihat di lokasi,” ungkapnya.
Baca Juga: Jadi Korban Ricuh Aksi 27 Agustus, Lansia Tewas Ditangan Gerombolan Berbambu di Pejompongan
Meski demikian, fenomena tersebut justru membawa berkah bagi sebagian warga yang memiliki sawah di sekitar bantaran sungai. Sejumlah laporan menyebutkan warga mendapatkan cukup banyak udang di area persawahan yang sebelumnya sempat terendam air.
“Di beberapa pesawahan yang kemarin terendam, banyak juga laporan warga mendapatkan udang, terutama sawah yang berada di bantaran sungai,” pungkas Noris.
Jebolnya Bugel Muara Cikaso ini mengakhiri fenomena alam yang selama hampir satu bulan terakhir menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga sebelumnya menantikan momen terbukanya kembali aliran muara dengan harapan ikan dalam jumlah besar ikut terbawa, namun hasilnya tidak sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga: Adinda Mutiara Hasan, Mahasiswi Nusa Putra University Juara 2 Duta Baca Kota Sukabumi 2026
Sebelumnya Noris mengatakan bahwa fenomena bugel tidak terjadi setiap tahun. Berdasarkan kejadian sebelumnya, kondisi tersebut biasanya muncul dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun sekali, tergantung kondisi angin dan cuaca, terutama saat terjadi kemarau panjang.
“Fenomena bugel kadang terjadi tiga tahun sekali, kadang empat tahun sekali. Jadi tidak setiap tahun. Tergantung angin, terutama kalau anginnya besar saat musim kemarau,” kata Noris kepada Sukabumiupdate.com, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, fenomena bugel terakhir terjadi pada 2023. Sementara tahun ini, Muara Cikaso mulai tertutup material pasir sejak sekitar 11 hari terakhir atau sejak 9 Agustus 2026.
















