Dampak Kemarau Panjang, Pemkab Sukabumi Salurkan Ribuan Liter Air Bersih ke Desa Mekarsari
Pemkab Sukabumi menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk warga Desa Mekarsari, Ciracap, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.
Pemkab Sukabumi menyalurkan 16.000 liter air bersih untuk warga Desa Mekarsari, Ciracap, yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang.
Debit Sungai Cikaso menyusut dan sumur warga mengering akibat kemarau di perbatasan Kalibunder dan Tegalbuleud Sukabumi. Warga mendesak bantuan sumur bor.
sedikitnya dua desa yang mengalami keterbatasan air bersih, yakni Kampung Purojati, Desa Cikahuripan, dan Kampung Jujuluk, Desa Pasirbaru.
"Pendistribusian air bersih dilaksanakan berdasarkan permohonan dari Pemerintah Desa Parakansalak. Pendistribusian air bersih dari PMI Kabupaten Sukabumi sebanyak 10.000 liter, dengan jumlah warga 150 KK," ujarnya.
Penanganan kekeringan tidak tepat apabila hanya mengandalkan penyaluran air.
Setiap memasuki musim kemarau, warga di wilayah tersebut harus menghadapi persoalan serupa.
Potensi kekeringan dari BMKG periode 21-31 Agustus 2026.
Masalah ini seharusnya sudah bisa dipetakan sejak awal.
Sebanyak 757 KK di Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, terdampak kekeringan. BPBD Kabupaten Sukabumi telah menyalurkan 25.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu produktivitas padi apabila pasokan air tidak segera dipenuhi.
BPBD dan PMI Kabupaten Sukabumi menyalurkan 15 ribu liter air bersih untuk warga Sekarwangi Cibadak, yang terdampak kekeringan. Ratusan KK sebelumnya terpaksa menggunakan air kobak di aliran sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
Kategori siaga kekeringan untuk wilayah Sukabumi.
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 2.258 KK atau 3.022 jiwa terdampak kekeringan di empat kecamatan. Sebanyak 40 ribu liter air bersih telah didistribusikan ke wilayah terdampak.
Dari 381 Desa sebagian besar berstatus resiko tinggi kekeringan
Bermula saat Entis bersama rekannya, Farid, menggali dan memperdalam sumur sebagai upaya mengatasi kekeringan yang mulai dirasakan warga.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Sukabumi dan Jawa Barat akan lebih kering dan panjang. Simak jadwal puncak kemarau dan rekomendasi antisipasinya.
Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Dede Rukaya, mengungkapkan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi bendungan bersama tim teknis pada Rabu, 9 April 2025
tembok bendungan tersebut jebol dengan bentangan sepanjang 30 meter dan tinggi pasangan mencapai 2 meter
Rivan mengakui bahwa memang terjadi penurunan produksi air bersih.
Jika cuaca ekstrem terus berlanjut, dampak kekeringan bisa menjadi 499 hektare.