SUKABUMIUPDATE.com - Musim durian menjadi momen yang banyak ditunggu pecinta buah dengan aroma khas ini. Daging buahnya yang lembut, manis, dan legit membuat durian sering disantap langsung maupun diolah menjadi berbagai makanan dan minuman.
Di balik rasanya yang manis dan kandungan kalorinya yang cukup tinggi, durian ternyata mengandung sejumlah zat gizi penting, setiap 100 gram durian mentah mengandung sekitar 147 kalori, 27,1 gram karbohidrat, 3,8 gram serat, 5,3 gram lemak, 436 mg kalium, 19,7 mg vitamin C, serta sejumlah vitamin B seperti vitamin B1 dan B6.
Kandungan tersebut membuat durian dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam jika dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Lantas, apa saja manfaat makan durian yang mungkin belum banyak diketahui?
1. Membantu memenuhi kebutuhan serat
Durian mengandung sekitar 3,8 gram serat dalam setiap 100 gram buah. Serat merupakan bagian penting dari pola makan sehat dan berperan dalam menjaga fungsi sistem pencernaan.
Asupan serat yang cukup juga dapat membantu membuat feses lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan, terutama jika diimbangi dengan konsumsi cairan yang cukup.
2. Mendukung fungsi kekebalan tubuh
Durian mengandung vitamin C yang berperan dalam menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Dalam 100 gram durian terdapat sekitar 19,7 mg vitamin C.
Vitamin C berperan dalam fungsi imunitas dan juga bertindak sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin ini juga dibutuhkan tubuh dalam pembentukan kolagen dan membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati.
Baca Juga: 5 Manfaat Minum Air Hangat di Pagi Hari Setelah Bangun Tidur
3. Membantu memenuhi kebutuhan kalium
Salah satu mineral yang cukup menonjol dalam durian adalah kalium. Setiap 100 gram durian mengandung sekitar 436 mg kalium.
Kalium merupakan mineral dan elektrolit yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi. Asupan kalium yang cukup, terutama jika dibarengi dengan pengurangan konsumsi natrium berlebih, dapat membantu menjaga tekanan darah.
4. Menunjang metabolisme energi
Durian juga mengandung vitamin B1 atau tiamin. Dalam 100 gram durian, kandungan tiamin mencapai sekitar 0,37 mg.
Vitamin B1 memiliki peran penting dalam metabolisme energi. Viamin B1 membantu tubuh mengubah makanan menjadi energi dan dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, serta fungsi sel. Karena itu, kandungan vitamin B1 dalam durian dapat menjadi salah satu kontribusi buah ini terhadap kebutuhan nutrisi sehari-hari.
5. Mendukung fungsi metabolisme tubuh
Selain vitamin B1, durian juga mengandung vitamin B6. Kandungannya sekitar 0,32 mg per 100 gram. Vitamin B6 dibutuhkan tubuh untuk lebih dari 100 reaksi enzim yang berkaitan dengan metabolisme. Nutrisi ini juga berperan dalam fungsi sistem saraf dan kekebalan tubuh.
Baca Juga: Manfaat Stevia, Pemanis Alami Rendah Kalori yang Ramah bagi Penderita Diabetes
6. Menjadi sumber energi yang cukup tinggi
Berbeda dengan sejumlah buah yang relatif rendah kalori, durian memiliki kandungan energi yang cukup tinggi. Setiap 100 gram daging durian mengandung sekitar 147 kalori, dengan 27,1 gram karbohidrat dan 5,3 gram lemak.
Karbohidrat merupakan sumber energi bagi tubuh, sedangkan lemak juga merupakan salah satu sumber energi. Karena kandungan kalorinya cukup tinggi, durian dapat memberikan tambahan energi, tetapi porsinya tetap perlu diperhatikan.
7. Mengandung antioksidan dari vitamin C
Selain berperan dalam sistem kekebalan tubuh, vitamin C pada durian juga berfungsi sebagai antioksidan. Vitamin C membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen yang dibutuhkan tubuh untuk jaringan
Jadi, musim durian bukan berarti harus menghindari buah ini sepenuhnya. Durian tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang selama dikonsumsi dalam porsi yang sesuai dan tidak menggantikan konsumsi buah serta makanan bergizi lainnya.
Pada akhirnya, manfaat durian tidak terletak hanya pada banyak sedikitnya buah yang dikonsumsi, melainkan bagaimana durian menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Baca Juga: Pahit tapi Populer, Ini Beragam Manfaat Brotowali yang Perlu Diketahui
Sumber: NIH














