Umi Ayen (55), warga Kampung Babakan Cisarua, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, memilih pantang menyerah meski rumahnya hancur diterjang banjir bandang Sungai Cidadap pada akhir 2025 lalu. Kini, ia bertahan hidup dengan mengolah umbi gadung menjadi keripik di tepian sungai.
Proses pembuatannya tidak mudah dan memakan waktu hingga tiga minggu—mulai dari mencari bahan di kebun bersama suami, merendam di sungai, mengukus, hingga menjemurnya sampai benar-benar kering dan aman dikonsumsi.
Tanpa lapak jualan, Umi Ayen hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung ke lokasinya, dengan penghasilan tak menentu berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per hari. Kini, tinggal di hunian seadanya di tepi aliran sungai, harapan Umi Ayen sangat sederhana: bantuan relokasi dan memiliki tempat tinggal yang aman serta layak.