SUKABUMIUPDATE.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Jaenudin, memberikan pendidikan demokrasi kepada para siswa Sekolah “Maung” atau SMAN 2 Kota Sukabumi, Selasa (9/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DPRD Jabar Mengabdi dalam Pendidikan Demokrasi, yang bertujuan mengenalkan nilai-nilai demokrasi sekaligus membangun karakter dan jiwa kepemimpinan generasi muda sejak bangku sekolah.
Dalam paparannya, Jaenudin menegaskan bahwa belajar demokrasi tidak selalu berkaitan dengan politik praktis maupun aktivitas partai politik. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk mengenalkan demokrasi melalui berbagai aktivitas yang dekat dengan kehidupan para siswa.
“Memilih ketua OSIS adalah bagian dari contoh konkret belajar demokrasi. Jadi belajar demokrasi itu tidak tabu, bicara demokrasi tidak harus masuk partai, dan tidak harus dalam skala besar atau nasional,” ujar Jaenudin.
Menurutnya, proses demokrasi penting dipupuk sejak dini. Sebab, setelah lulus sekolah, para siswa akan menghadapi lingkungan masyarakat yang lebih luas dengan berbagai persoalan dan perbedaan.
Jaenudin mengatakan, keberhasilan siswa tidak cukup hanya ditentukan oleh prestasi akademik. Kemampuan nonakademik, termasuk kepemimpinan, komunikasi, kerja sama dan kepedulian sosial, juga menjadi bekal penting ketika mereka terjun ke masyarakat.
“Ketika para pelajar sudah lulus bukan hanya akan memanfaatkan hasil akademiknya. Justru nonakademiknya juga penting. Di lingkungan masyarakat sangat berbeda dan cukup luas. Kalau sudah di masyarakat diperlukan tingkat kepemimpinan yang baik,” katanya.
Ia menjelaskan, kemampuan kepemimpinan tidak sepenuhnya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas. Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan di luar jam pelajaran menjadi salah satu sarana untuk membentuk karakter dan kepemimpinan siswa.
Baca Juga: Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Masuk 50 Besar DPD RI Award Nasional Bidang Ketahanan Pangan
Beberapa di antaranya melalui OSIS, Paskibra, kegiatan ekstrakurikuler serta latihan kepemimpinan. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar mengambil keputusan, bekerja sama, bertanggung jawab serta menyelesaikan persoalan bersama.
“Jangan sampai akademiknya bagus, tapi ketika dihadapkan pada persoalan masyarakat tidak bisa,” tegasnya.
Jaenudin mencontohkan, ketika berada di tengah masyarakat, seseorang dituntut memiliki kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi orang lain. Termasuk kemampuan membantu maupun mengadvokasi masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang perlu ditanamkan sejak usia sekolah. Para siswa harus dibiasakan untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Selain kepemimpinan, pendidikan demokrasi juga penting untuk melatih siswa menerima perbedaan pendapat. Dalam proses musyawarah, setiap orang perlu belajar menyampaikan gagasan sekaligus menghargai pandangan orang lain.
“Demokrasi itu akan melahirkan karakter yang baik, yaitu karakter menerima pendapat dari yang menyampaikan pendapat. Demokrasi juga melatih menjadi manusia kritis, tentunya kritis yang konstruktif dan positif dan bukan kritis yang anarkis,” jelasnya.
Jaenudin juga mengapresiasi antusiasme para siswa SMAN 2 Kota Sukabumi selama mengikuti kegiatan. Ia menyebut para siswa aktif berdialog dan berani menyampaikan pendapat.
“Senang sekali rasanya melihat antusiasme luar biasa dari para siswa. Mereka sangat aktif berdialog dan berani mengutarakan pendapatnya. Lebih dari itu, semangat mereka dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah benar-benar patut diacungi jempol,” ungkapnya.
Baca Juga: Memprihatinkan! 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judol, Ada yang Pakai Duit Kantor
Ia berharap antusiasme tersebut terus dipertahankan dan dikembangkan sehingga para siswa Sekolah Maung dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial dan jiwa kepemimpinan.
Jaenudin juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar dan berani mengejar cita-cita setinggi mungkin. Ia mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno atau Bung Karno.
“Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” tuturnya. (adv)

















