Empat Bulan PJU Padam, Jalan Santiong-Cikundul Gelap Gulita: Warga Takut Melintas

Sukabumiupdate.com
Senin 31 Agu 2026, 14:53 WIB
Empat Bulan PJU Padam, Jalan Santiong-Cikundul Gelap Gulita: Warga Takut Melintas

Kondisi di Jalan di kawasan Makam China Santiong, Lembursitu, Kota Sukabumi. (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Gelap gulita menyelimuti ruas jalan di kawasan pemakaman China atau Santiong menuju Rumah Susun Warga (Rusunawa) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cikundul, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi, sudah sekitar empat bulan lampu penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut padam. Kondisi ini dikeluhkan warga yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut, terutama pada malam hari.

Minimnya penerangan membuat batas antara badan jalan dan sisi jalan sulit terlihat. Pejalan kaki yang tidak membawa alat penerang berisiko keluar jalur hingga menabrak pohon maupun makam di sekitar jalan.

Kondisi serupa juga dirasakan pengendara. Ketika lampu kendaraan kurang terang atau bermasalah, perjalanan di ruas jalan yang gelap tersebut menjadi semakin berisiko, terutama saat melewati tikungan.

Baca Juga: Pemkot Sukabumi Ajukan Pinjaman Daerah Rp89,3 Miliar untuk Percepatan Pembangunan Infrastruktur 2027

Rahmat (30), warga Kampung Ciwangun, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, mengaku hampir setiap pagi dan malam melintasi jalan tersebut setelah pulang bekerja dari wilayah Kota Sukabumi.

Menurutnya, suasana jalan sangat gelap ketika dilintasi pada malam hari. Ia bahkan terpaksa menggunakan cahaya dari telepon seluler untuk membantu melihat kondisi jalan.

"Saya cuma gunakan lampu HP (Handphone) lewat sini. Itupun kalau lewat, kadang tidak terasa keluar jalur, karena tidak bisa bedakan mana jalan aspal dan sisi jalan. Kalau pakai motor yang lampu sorotnya buram kurang terang, kadang nyosor di tikungan, " kata Rahmat, Minggu (30/8/2026).

Kekhawatiran serupa dirasakan Rina (35), warga yang tinggal di sekitar arah TPA Cikundul. Ia mengaku kerap merasa cemas ketika putrinya pulang bekerja hingga larut malam.

Putrinya bekerja di salah satu perusahaan di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi. Karena khawatir melintasi jalan yang gelap seorang diri, sang anak kerap meminta Rina menjemputnya di ujung jalan.

"Anakku cewek, kalau pulang malam, dia minta dijemput. Katanya tidak mau lewat, takut seram dan gelap. Takut ada yang macam-macam. Nanti kalau musim hujan, kalau lampu jalannya belum diperbaiki, semakin seram, tidak bisa bedakan jalan aspal atau tanah. Kalau ada begal atau rampok, atau dibunuh, tidak ada yang tahu, karena kalau malam sepi dan seram, "Jelasnya.

Baca Juga: Jembatan Bojonggadog di Ciracap Kembali Dibangun, Kini Bisa Dilintasi Kendaraan Roda Empat

Selain persoalan keselamatan dan rasa aman, kondisi gelap di kawasan pemakaman tersebut juga memunculkan persoalan lain.

Yanto (40), warga Cikondang, Kota Sukabumi, mengaku kerap melintasi jalan tersebut sekitar pukul 21.00 WIB menuju rumah pelanggannya di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung.

Jalan tersebut menjadi akses terdekat baginya untuk mengantarkan dagangan titipan pelanggan. Namun, sejak PJU padam, ia mengaku beberapa kali melihat pasangan muda-mudi berada di area pemakaman pada malam hari.

"Saya pulang dari rumah pelangganku lewat sini agak tengah malam, kadang lampu sorot motorku lihat cewek dan cowok berdua di makam. Kalau motornya diparkir agak kedalam makam. Heran saya lihatnya, masa makam dijadikan tempat pacaran,"Pungkasnya.

Warga berharap kondisi tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Padamnya PJU selama sekitar empat bulan dinilai tidak hanya membuat ruas jalan menjadi gelap, tetapi juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran bagi warga yang harus melintas pada malam hari.

Melalui pemberitaan ini, masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan memperbaiki lampu PJU di jalur menuju TPA dan Rusunawa Cikundul.

Penerangan yang kembali berfungsi diharapkan dapat membuat warga lebih aman dan nyaman saat melintas, sekaligus mengurangi potensi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di kawasan tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini