SUKABUMIUPDATE.com – Jembatan permanen Bojonggadog yang melintasi Sungai Cikodehel dan menghubungkan Desa Cikangkung dengan Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, akhirnya dibangun kembali dan kini mulai digunakan masyarakat.
Jembatan tersebut pertama kali dibangun pada 2004 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun, jembatan mengalami kerusakan pada 2025 sehingga selama hampir dua tahun terakhir tidak dapat dilintasi kendaraan roda empat.
Kini, pembangunan kembali Jembatan Bojonggadog dilakukan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2026 hasil kerja sama Pemerintah Desa Cikangkung dan Pemerintah Desa Ujunggenteng.
Pekerjaan pembangunan dilaksanakan oleh Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD) dengan anggaran sebesar Rp220 juta. Pembangunan tersebut juga mendapat dukungan berupa partisipasi dan swadaya masyarakat.
Jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 4 meter itu menghubungkan Kampung Bojonggadog RT 04/RW 12, Desa Cikangkung, dengan Kampung Cijemblong RT 23/RW 06, Desa Ujunggenteng.
Baca Juga: NU Tolak Dana Pendidikan untuk MBG, Gus Ghofur: PBNU Harus Desak Pemerintah Hentikan
Jembatan tersebut menggunakan konstruksi besi dengan bagian lantai berupa coran. Keberadaannya menjadi akses penting bagi masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga perekonomian warga.
Camat Ciracap Rukman Taufik meresmikan penggunaan Jembatan Bojonggadog sebagai tanda dimulainya kembali pemanfaatan jembatan oleh masyarakat, Senin (31/8/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Cikangkung Sapudin, Kepala Desa Ujunggenteng Sahid Siam, BPD Cikangkung, BPD Ujunggenteng, Tagana, P2BK Kecamatan Ciracap, Bhabinkamtibmas Polsek Ciracap, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Ujunggenteng Sahid Siam menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kembali jembatan tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi kinerja BKAD dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan jembatan yang sebelumnya menjadi aspirasi warga dari kedua desa.
“Perbaikan jembatan ini merupakan usulan dari warga kedua desa dan sudah menjadi skala prioritas kami bersama Kepala Desa Cikangkung,” ujar Sahid kepada Sukabumiupdate.com.
Menurut Sahid, setelah pembangunan selesai, masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga dan memelihara jembatan agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Baca Juga: Miftachul Akhyar Kembali Dipercaya Jadi Rais Aam PBNU 2026–2031
Sementara itu, Kepala Desa Cikangkung Sapudin mengatakan pembangunan Jembatan Bojonggadog memang telah menjadi prioritas karena kondisinya rusak dan hampir dua tahun tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kondisi tersebut, kata dia, cukup menghambat aktivitas warga, terutama masyarakat yang mengangkut hasil pertanian.
“Pembangunan jembatan ini memang sudah menjadi prioritas karena hampir dua tahun tidak bisa dilewati kendaraan roda empat, termasuk warga yang mengangkut hasil tani,” kata Sapudin.
Atas dasar kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan, ekonomi, dan sosial, lanjut Sapudin, Pemerintah Desa Cikangkung kemudian menjalin kerja sama dengan Pemerintah Desa Ujunggenteng untuk merealisasikan pembangunan tersebut melalui BKAD.
“Alhamdulillah kami bisa bekerja sama dengan Kepala Desa Ujunggenteng melalui BKAD untuk membangun kembali jembatan ini,” tambahnya.
Camat Ciracap Rukman Taufik mengapresiasi langkah kedua pemerintah desa yang menjadikan perbaikan Jembatan Bojonggadog sebagai salah satu skala prioritas pembangunan.
Baca Juga: Pekerja Gaji Rendah Risiko Meninggal Lebih Cepat, Ini Temuan Studi
Menurut Rukman, kondisi jembatan tersebut sangat urgen karena memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat di kedua desa.
“Kami mengapresiasi kepada kedua kepala desa yang telah menjadikan perbaikan jembatan ini sebagai skala prioritas. Kondisinya memang sangat urgen dan penting bagi warga dalam beraktivitas, manfaatnya juga sangat banyak,” ujar Rukman.
Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat Jembatan Bojonggadog agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Bukan hanya membangun saja, tetapi setelah selesai harus dipelihara dan dijaga bersama-sama,” pungkasnya.(adv)














