Jembatan Rusak di Cibadak Ditopang Bambu, Disperkim Sukabumi Siapkan Perbaikan

Sukabumiupdate.com
Rabu 01 Apr 2026, 14:47 WIB
Jembatan Rusak di Cibadak Ditopang Bambu, Disperkim Sukabumi Siapkan Perbaikan

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriandi. (Sumber : SU/Ilyas).

SUKABUMIUPDATE.com – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi merespons cepat kondisi jembatan melintir di Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, yang sempat viral karena ditopang bambu dari dasar sungai cimahi.

Kepala Disperkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriandi, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan survei sejak Januari 2026 lalu, jauh sebelum kondisi jembatan tersebut ramai diperbincangkan publik.

“Jembatan yang viral kemarin itu sebetulnya sudah kami survei sejak bulan Januari. Bersama pemerintah desa, kami sudah melihat langsung kondisinya dan kepala desa juga sudah mengajukan penanganan kepada pemerintah daerah,” ujar Sendi saat ditemui Sukabumiupdate.com pada Rabu (1/4/2026).

Baca Juga: Ambil Kelapa Bayar 20 Ribu, Dugaan Penganiayaan di Tegalbuleud Tempuh Restorative Justice

Ia menambahkan, setelah viral di media sosial, pemerintah daerah langsung merespons cepat. Bahkan, Bupati Sukabumi Asep Japar turut memberikan perhatian khusus agar penanganan segera dilakukan.

“Begitu muncul informasi dan viral, kami langsung mendapat arahan dari Pak Bupati untuk segera melakukan intervensi,” ungkap Sendi.

Terkait rencana penanganan, Sendi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah desa, termasuk terkait kemungkinan pemindahan lokasi jembatan.

Baca Juga: Ditengah Penghematan Anggaran, Warga Sukabumi Lintasi Jembatan Uji Nyali

“Dari informasi di lapangan, ada rencana pemindahan lokasi. Sebelumnya, pemerintah desa melalui dana desa juga sudah sempat memindahkan di beberapa titik, meskipun cukup jauh. Hari ini masih dirapatkan di tingkat desa apakah tetap di lokasi sekarang atau dialihkan,” jelasnya.

Meski begitu, kata Sendi, pihaknya dari Disperkim memastikan penanganan tidak akan berlarut-larut. Proses administrasi tengah dipersiapkan agar pembangunan bisa segera dimulai.

“Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa segera diselesaikan. Kami sudah komunikasikan dengan kepala desa untuk menyiapkan administrasi, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai ada tindakan di lapangan,” pungkasnya.

Jembatan uji nyali di kampung Kamandoran Cibadak Kabupaten SukabumiJembatan uji nyali di kampung Kamandoran Cibadak Kabupaten Sukabumi. | Dok warga.

Baca Juga: WFH Sektor Swasta Segera Berlaku? Airlangga: Tunggu SE dari Kemenaker

Sebelumnya diberitakan, Warga Kampung Kamandoran, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kondisi jembatan penghubung yang rusak dan belum diperbaiki hingga Rabu (1/4/2026). Jembatan kayu tersebut rusak parah, bentuknya sudah melintir dan disangga bambu dari dasar sungai cimahi.

Jembatan pejalan kaki tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Kampung Kamandoran RT 03 RW 09 dengan Kampung Karangtengah Hilir RT 04 dan RT 08. Kerusakan jembatan ini berdampak pada aktivitas warga, dan rencana perbaikan pun hanya wacana, terhambat program penghematan anggaran pemerintah.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan, keluhan warga terus berdatangan karena jembatan itu merupakan jalur terdekat untuk mobilitas sehari-hari. “Banyak masyarakat yang mengeluh karena ingin jembatan itu bagus dan diperbaiki,” kata Mawaldi.

Baca Juga: Ragu Soal Harga BBM: Pemerintah Akhirnya Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, 50 Liter Per Hari

Menurutnya sejumlah ketua RT dan RW sempat mendatangi kantor Desa Karangtengah untuk mendesak percepatan penanganan. “Beberapa RT dan RW mendatangi kepala desa agar cepat diselesaikan,” ujarnya.

Mawaldi menjelaskan, laporan kerusakan jembatan tersebut telah diterima sejak 19 Januari 2026. Sudah dilakukan mediasi antara warga Kamandoran, Karangtengah Hilir, dan Kampung Lodaya, untuk melakukan penanganan.

“Tadi ada mediasi, dan ada titik terang dari kepala desa. Kami juga dapat informasi dari Perkim, rencananya akan disurvei dulu,” katanya.

Ia menuturkan, perbaikan direncanakan dilakukan setelah proses survei. “Kata Perkim akan diperbaiki dua hari ke depan, tapi akan dicek dulu,” ujarnya. (adv)

 

Berita Terkait
Berita Terkini