Jembatan Rusak Dihantam Banjir, Anak Sekolah di Tegalbuleud Terpaksa Meniti Puing Kayu

Sukabumiupdate.com
Selasa 28 Apr 2026, 18:26 WIB
Jembatan Rusak Dihantam Banjir, Anak Sekolah di Tegalbuleud Terpaksa Meniti Puing Kayu

Kolase jembatan kayu Cipalabuan di Desa Buniasih, Sukabumi, yang rusak parah diterjang banjir. Anak-anak sekolah terpaksa meniti puing untuk menyeberang. (Sumber Foto: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Akses pendidikan dan ekonomi warga Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, kembali terancam. Jembatan kayu Cipalabuan yang menjadi urat nadi penghubung Kampung Cipalabuan dan Kampung Ciawi Lega rusak parah setelah tiga kali dihantam luapan sungai sepanjang bulan ini.

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu malam (22/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Derasnya arus Sungai Cipalabuan meluluhlantakkan jembatan sepanjang 12 meter tersebut hingga sebagian material kayunya hanyut terbawa arus.

Kepala Desa Buniasih, Badrudin, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. Akibat jembatan yang tak lagi utuh, anak-anak sekolah kini harus bertaruh keselamatan dengan meniti puing-puing kayu yang tersisa agar tetap bisa menuntut ilmu.

“Selama bulan ini saja sudah tiga kali jembatan ini porak-poranda dihantam banjir. Paginya kami cek, kondisinya cukup parah. Sekarang anak-anak sekolah terpaksa menyeberang di atas puing kayu yang licin dan berbahaya,” ujar Badrudin kepada sukabumiupdate.com, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Sering Hisap Bensin di Parkiran Swalayan, Anak 11 Tahun di Sukabumi Segera Direhabilitasi

Selain akses pendidikan, jembatan dengan lebar 4 meter ini merupakan jalur utama bagi kendaraan roda dua yang mengangkut hasil panen padi milik petani setempat. Kini, aktivitas distribusi pertanian dipastikan lumpuh total.

Pihak Pemerintah Desa Buniasih tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Badrudin menyatakan telah melayangkan laporan resmi kepada pihak kecamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi untuk mendapatkan penanganan permanen.

“Kami sudah melapor ke kecamatan dan BPBD. Namun, karena ini akses vital yang tidak bisa menunggu terlalu lama, kami bersama warga sedang menyiapkan perbaikan darurat,” jelasnya.

Baca Juga: Sudah Tiga Kali Kejadian: Pencurian di Sundawenang Masuk Lewat Atap

Saat ini, warga bergotong royong mengumpulkan material kayu secara swadaya agar jembatan bisa segera dilalui kembali, meski hanya bersifat sementara.

Bagi warga Buniasih, jembatan itu bukan sekadar penghubung dua kampung, tetapi juga penopang kehidupan sehari-hari. Harapan mereka sederhana, akses kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak lagi terhambat setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini