Karhutla Jabar Meluas, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Disetop Sementara

Sukabumiupdate.com
Minggu 30 Agu 2026, 21:27 WIB
Karhutla Jabar Meluas, Dedi Mulyadi Minta Pendakian Gunung Disetop Sementara

Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla terjadi di kawasan Gunung Geulis, Kampung Ciroyom RT 002 RW 002, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026). (Sumber Foto: dok p2bk)

SUKABUMIUPDATE.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), meminta pemerintah kabupaten/kota, khususnya Kabupaten Cianjur dan Bogor, untuk menutup sementara seluruh aktivitas pendakian gunung.

Langkah ini diambil guna mengantisipasi maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau ekstrem yang diperparah fenomena El Nino.

"Bupati Cianjur dan Bupati Bogor, serta daerah-daerah yang gunungnya digunakan untuk dilakukan apa namanya, kegiatan panjat gunung, sebaiknya ditunda dulu sementara," ujar KDM kepada awak media di Bandung, Sabtu (29/8/2026).

KDM menilai, potensi karhutla tidak hanya dipicu oleh suhu udara yang panas, melainkan juga oleh faktor kelalaian manusia seperti pembuangan puntung rokok sembarangan oleh pendaki.

"Karena banyak orang yang manjat gunung itu, itu bawa rokok dan bakar. Nah, sementara lah. Karena bikin bakar aja gak terkendali jadi kebakaran. Sementara ini menurut saya tunda dulu, karena tidak semua orang disiplin ya," tuturnya.

Baca Juga: Sukabumi Catat Karhutla Terluas di Jabar, Polisi Sebut Belum Temukan Unsur Kesengajaan

Selain area pegunungan, KDM meminta seluruh bupati dan wali kota di Jawa Barat untuk memperketat mitigasi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah.

"Kalau TPA kan bupati-bupatinya harus segera tanggap di lingkungan TPA-nya masing-masing. Kalau menurut saya sih, hindarkan orang bawa korek api dan rokok ke tempat TPA," tegasnya.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, kejadian karhutla mencatatkan tren perluasan yang signifikan. Hingga 24 Agustus 2026, tercatat sebanyak 132 kejadian karhutla melanda 91 kecamatan dan 153 desa/kelurahan dengan total area terbakar mencapai 196,40 hektare.

Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, menjelaskan bahwa karhutla tahun ini di Jabar telah berlangsung sejak 25 Februari 2026 dan frekuensinya melonjak drastis mulai Juni 2026.

"Hal yang perlu menjadi perhatian bukan hanya luas lahan yang terbakar, melainkan juga sebarannya yang sudah cukup masif di Jawa Barat. Puncak potensi karhutla diprediksi BMKG masih akan berlangsung hingga September 2026," terang Teten.

Baca Juga: Karhutla Kabupaten Sukabumi Terluas di Jabar, Dampak Kekeringan di Kota Sukabumi Capai 31 Ribu Jiwa

Sukabumi Catat Lahan Terbakar Terluas

Data BPBD Jabar menunjukkan bahwa Kabupaten Sumedang menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian terbanyak, yakni 20 kali kebakaran di 21 desa (21,68 hektare). Disusul Kabupaten Majalengka sebanyak 15 kali (25,91 hektare) dan Kabupaten Bandung 13 kali (16,80 hektare).

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi mencatatkan area kerusakan terluas di Jawa Barat meskipun jumlah kejadiannya sebanyak 12 kali, dengan total lahan terbakar mencapai 49,20 hektare.

Daerah rawan karhutla lainnya yang terus dipantau intensif meliputi Kabupaten Subang, Kuningan, dan Purwakarta dengan rentang 10 hingga 11 kali kejadian.

Berita Terkait
Berita Terkini