Pemkab Sukabumi dan LLDIKTI Wilayah IV Perkuat Kolaborasi Lewat Program Kampus Berdampak dan KKN Tematik

Sukabumiupdate.com
Kamis 04 Jun 2026, 16:08 WIB
Pemkab Sukabumi dan LLDIKTI Wilayah IV Perkuat Kolaborasi Lewat Program Kampus Berdampak dan KKN Tematik

Bapperida Kabupaten Sukabumi saat menggelar audiensi bersama LLDIKTI Wilayah IV Kemendiktisaintek terkait program Kampus Berdampak, Rabu (3/06/2026). (Sumber Foto: IG Bapperida Kabupaten Sukabumi)

SUKABUMIUPDATE.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengapresiasi penuh inisiatif Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV dalam mendorong implementasi tridharma perguruan tinggi melalui program "Kampus Berdampak".

Komitmen ini diwujudkan melalui audiensi strategis penerimaan kunjungan LLDIKTI IV yang diselenggarakan pada hari Rabu, 3 Juni 2026, di Ruang Rapat Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi.

Audiensi ini merupakan respons positif Pemerintah Kabupaten Sukabumi atas rencana LLDIKTI IV untuk melaksanakan program unggulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.

Sebagai gambaran, saat ini Pemerintah Kabupaten Sukabumi sendiri tengah mengawal pelaksanaan 11 program KKN kolaborasi dari 11 perguruan tinggi—baik nasional maupun lokal—yang difokuskan pada isu Tanggap Bencana, Pengelolaan Sampah, serta Pengembangan Desa Wisata Pesisir.

Keberadaan KKN Tematik yang diusung oleh LLDIKTI IV ini diharapkan menjadi pelengkap dan penguat intervensi pembangunan di wilayah-wilayah prioritas pemberdayaan masyarakat desa.

Baca Juga: Sinergi OVOD UMMI, Bapperida Dorong Pembangunan Desa di Sukabumi Berbasis Kolaborasi Keilmuan

Kepala Bapperida Kabupaten Sukabumi, Ir. Toha Wildan Athoilah, MT., menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi sangat terbuka menjadi mitra strategis dan laboratorium lapangan bagi sivitas akademika.

"Program ini dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi pembangunan Sukabumi yang menekankan pentingnya pendekatan berbasis bukti (evidence-based policy) dalam setiap intervensi pembangunan. Kami berharap luaran dari KKN Tematik ini mampu menghasilkan policy brief, purwarupa inovasi, atau indeks spasial kewilayahan yang terukur, sehingga dapat diadopsi menjadi landasan rekomendasi kebijakan atau peraturan daerah," ujar Kepala Bapperida.

Mengingat banyaknya perguruan tinggi yang terlibat, Bapperida juga mendorong agar seluruh rencana program dicatatkan secara terpusat agar intervensi tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

Sinergi program dan sinkronisasi tema KKN akan diarahkan untuk menjawab langsung kebutuhan riil daerah. Untuk isu gizi dan kesehatan, mahasiswa didorong untuk mengedukasi masyarakat terkait diversifikasi pangan bergizi berbasis komoditas
unggulan lokal—seperti optimalisasi protein dari perikanan air tawar dan sidat—guna mengakselerasi penurunan angka stunting.

Di sektor ekonomi dan UMKM, fokus diarahkan pada penguatan rantai pasok komoditas lokal seperti beras dan jahe, serta penerapan praktik keberlanjutan melalui ekonomi sirkular (misalnya pemanfaatan limbah pertanian untuk biomassa).

Lebih lanjut, program ini juga mencakup pemetaan spasial potensi sumber air bersih baru, dorongan inovasi lokal melalui penerapan smart greenhouse komunal, serta literasi mitigasi bencana sejak dini dan literasi finansial di pedesaan.

Melalui gerakan "Gradasi" (Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi), mahasiswa ditempatkan bukan sekadar sebagai pelajar, melainkan sebagai agen perubahan (change-maker) yang mampu menerjemahkan kompleksitas lokal menjadi
solusi konkret berbasis data. Seluruh aktivitas ini ditargetkan untuk tidak hanya menghasilkan luaran akademik, tetapi juga outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Geopark dan Infrastruktur Jadi Andalan, Bapperida Sukabumi Perkuat Kolaborasi dengan Bappenas

Untuk memastikan pelaksanaan di lapangan didukung penuh, Bapperida siap memfasilitasi koordinasi lintas sektor dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan memberikan pembekalan
materi mitigasi kepada mahasiswa, mengingat hampir seluruh Sukabumi masuk zona merah dengan baru 64 dari 381 desa berstatus Desa Tangguh Bencana.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menyediakan data Indeks Desa Membangun untuk mengidentifikasi 193 desa yang perlu akselerasi pembangunan melalui keterlibatan mahasiswa. Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup mengarahkan
program menuju ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah dan inovasi digital, sementara Dinas Kesehatan memfokuskan pada pencegahan stunting dan kendali pangan berbasis protein lokal.

Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan tinggi, Sukabumi optimis dapat mencapai transformasi pembangunan yang berkelanjutan, mengentaskan kemiskinan ekstrem, dan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. (adv)

Sumber: Rilis Bapperida Kabupaten Sukabumi

Berita Terkait
Berita Terkini