Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN UMMI, Diminta Jadi Agen Perubahan di Desa

Sukabumiupdate.com
Senin 06 Jul 2026, 10:47 WIB
Sekda Sukabumi Lepas 720 Mahasiswa KKN UMMI, Diminta Jadi Agen Perubahan di Desa

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman saat melepas Mahasiswa dalam Kegiatan Kuliah Kerja Nyata. Senin (6/7/2026). (Sumber: Dokpim)

SUKABUMIUPDATE.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, secara resmi melepas 720 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus UMMI, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, Ade Suryaman menyampaikan apresiasi kepada UMMI yang dinilai konsisten mencetak sumber daya manusia unggul sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah melalui program pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, Kuliah Kerja Nyata bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.

Ia berharap kehadiran mahasiswa KKN mampu memberikan dampak positif, menghadirkan inovasi, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.

"Saya berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan sekaligus menghormati nilai-nilai sosial, budaya, dan kearifan lokal, serta menjunjung tinggi etika dan semangat gotong royong dalam setiap pelaksanaan program kerja," tegas Ade.

Baca Juga: Inggris Singkirkan Meksiko 3-2 di Piala Dunia 2026, Jude Bellingham Brace dan Harry Kane Jadi Penentu

Selain itu, Ade berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater, menunjukkan kedisiplinan, serta memanfaatkan masa pengabdian sebagai sarana membangun karakter, kepemimpinan, dan empati sosial.

"Jadikan setiap pengalaman selama KKN sebagai bekal berharga untuk membentuk karakter, meningkatkan kompetensi, serta memperluas wawasan sehingga kelak menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi terbaik bagi daerah, bangsa, dan negara," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMMI, Dr. Jujun Ratnasari, M.Si., menjelaskan bahwa KKN Reguler 2026 merupakan bagian dari kurikulum wajib bagi mahasiswa semester enam yang bertujuan melatih kemampuan bersosialisasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan di lapangan.

"Alhamdulillah, KKN UMMI tahun 2026 diikuti oleh 720 mahasiswa yang dibagi ke dalam lima skema utama," katanya.

Ia menjelaskan, skema pertama adalah KKN One Village One Department (OVOD) yang diikuti 438 mahasiswa dan ditempatkan di enam kecamatan serta 22 desa di Kabupaten Sukabumi. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah dan percepatan penanganan stunting sebagai isu prioritas di masyarakat.

Selain itu terdapat KKN Sinergi yang berkolaborasi dengan Bapperida Kabupaten Sukabumi dengan fokus mitigasi bencana di Kecamatan Warungkiara, KKN Kekhususan, KKN Muhammadiyah-Aisyiyah yang dilaksanakan di Kabupaten Malang, serta KKN Skema Internasional yang digelar di Malaysia.

Baca Juga: Lebih dari 840 Ribu Orang di Dunia Meninggal Tiap Tahun Karena Tekanan Kerja hingga Bullying

Sebagai bagian dari luaran program, mahasiswa diwajibkan menyusun laporan akhir, membuat press release, dan memproduksi video pengabdian yang akan diikutsertakan dalam kompetisi hingga tingkat provinsi.

Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, S.E., M.M., kembali mengingatkan mahasiswa agar menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab dan semangat mengabdi.

"Kuliah Kerja Nyata bukan untuk pelancong, pelesir, atau melamun. KKN adalah momentum untuk kembali ke masyarakat, berbagi wawasan, pengetahuan, dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Silakan berkolaborasi dengan masyarakat dan berikan kontribusi terbaik," tegasnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini