SUKABUMIUPDATE.com – Menempuh jalan berbatu, melintasi jalur tanah yang licin saat musim hujan, hingga menyeberangi sungai demi menemui nasabah sudah menjadi bagian dari keseharian Budi Irawan. Selama hampir 23 tahun mengabdi di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Sukabumi, ia terus berkomitmen memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah Sukabumi Selatan.
Saat ini, Budi menjabat sebagai Kasi Pemasaran (Kaspem) BPR Jampangkulon dan telah menjalankan tugas tersebut selama enam tahun terakhir. Wilayah kerjanya mencakup sembilan kecamatan, yakni Jampangkulon, Surade, Ciracap, Cibitung, Waluran, Ciemas, Cimanggu, Kalibunder, dan Tegalbuleud.
Luasnya cakupan wilayah dengan kondisi geografis yang beragam menjadi tantangan tersendiri dalam menjalankan tugas, baik untuk memasarkan produk perbankan maupun menangani berbagai kebutuhan nasabah.
"Wilayah kerja kami sangat luas. Ada daerah yang jalannya masih tanah, berbatu, bahkan untuk menemui nasabah di beberapa lokasi kami harus melewati sungai. Karena itu, sebagian besar aktivitas kami dilakukan langsung di lapangan dengan menggunakan sepeda motor," ujar Budi Irawan kepada sukabumiupdate.com, Selasa (7/7/2023).
Baca Juga: BPR Jampangkulon Kembali Buka Program Tahara untuk 2027: Langsung Diserbu Nasabah
Menurutnya, sekitar 80 persen waktu kerja dihabiskan untuk bertemu langsung dengan nasabah. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas pelayanan sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Tidak hanya bertugas memasarkan produk perbankan, Budi dan timnya juga aktif menangani persoalan kredit bermasalah. Dalam setiap penanganan, pendekatan persuasif dan komunikasi menjadi langkah utama yang selalu dikedepankan.
"Kalau ada kredit yang macet, kami langsung turun ke lapangan. Jika nasabah bekerja di sebuah instansi atau menjadi perangkat desa, kami berkoordinasi langsung dengan yang bersangkutan maupun atasannya, seperti kepala desa atau pimpinan instansi. Minimal kami mencari solusi agar angsuran kembali lancar," jelasnya.
Budi menilai kehadiran langsung di tengah masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga kepercayaan nasabah terhadap BPR Sukabumi. Dengan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat secara langsung, pihaknya dapat memberikan solusi yang lebih tepat dan sesuai.
Meski harus menghadapi medan yang tidak mudah, mulai dari jalan rusak hingga akses yang sulit dijangkau kendaraan roda empat, Budi mengaku tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Baginya, pelayanan kepada masyarakat bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian yang telah dijalani selama puluhan tahun.
"Selama masih dipercaya menjalankan tugas ini, saya akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena keberadaan kami di lapangan adalah untuk membantu dan mendampingi nasabah," pungkasnya. (adv)





