SUKABUMIUPDATE.com - Seorang warga Kampung Bojong Koneng RT 03/03, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mengalami kecelakaan kerja saat menggali sumur pada Senin (29/6/2026). Korban bernama Entis Sutisna (56) sempat tidak sadarkan diri di dalam sumur setelah tertimpa ember berisi material tanah.
Berdasarkan informasi dari P2BK Kecamatan Cibadak, Mawaldi, kejadian bermula sekitar pukul 13.00 WIB ketika Entis bersama rekannya, Farid, menggali dan memperdalam sumur sebagai upaya mengatasi kekeringan yang mulai dirasakan warga.
"Sekitar pukul 13.30 WIB, material tanah diangkat dari dasar sumur menggunakan timba dan ember. Namun, karet pengikat timba tiba-tiba putus sehingga ember berisi tanah jatuh dan menimpa kepala atau bahu korban. Entis kemudian tidak sadarkan diri di dalam sumur," ujarnya.
Baca Juga: Sidang Kasus Food Tray MBG Tinggal Menunggu Vonis, Tim Hukum dr Silvi: Tak Ada Mens Rea
Sekitar pukul 14.00 WIB, kata Mawaldi, tiga warga berinisiatif turun ke dalam sumur untuk memberikan pertolongan. Namun, karena keterbatasan peralatan dan kondisi ruang yang sempit, ketiganya ikut terjebak bersama korban di dalam sumur.
"Laporan kejadian kemudian diterima petugas sekitar pukul 14.30 WIB. Personel Babinsa Koramil 0607-11/Cibadak, P2BK Kecamatan Cibadak, perangkat Kelurahan Cibadak, serta unsur terkait langsung berkoordinasi dengan Pos Damkar Cibadak dan UPTD Puskesmas Sekarwangi untuk melakukan evakuasi," tuturnya.
Komandan Posko V Damkar Cibadak Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Iyep Yosepa, mengatakan tim rescue dari Pos Damkar Cibadak dan Pos Damkar Parungkuda segera menuju lokasi setelah menerima laporan.
Baca Juga: PK Golkar Cikembar Sambut TB Mulyana, Harap Konsolidasi Partai Makin Solid Jelang Musda
"Kita terima laporan sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung meluncur ke lokasi. Alhamdulillah dalam waktu sekitar 30 menit korban bisa kita angkat," ujar Iyep.
Ia menjelaskan proses penyelamatan cukup sulit karena korban berada di ruang terbatas atau confined space, sehingga petugas harus berhati-hati saat memasang pengikat dan mengangkat korban.
"Karena ini penyelamatan di ruang terbatas, kami sedikit kesulitan dalam melaksanakan prosedur mengangkat maupun mengikat korban. Tapi kami upayakan sebaik mungkin dan secepat mungkin. Alhamdulillah korban berhasil diangkat dan saat dievakuasi masih dalam keadaan bernapas," katanya.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Rekrut Gabriel Mutombo, Eks Bek Ratchaburi FC Pengganti Federico Barba
Menurut Iyep, berdasarkan informasi yang diterima, korban sedang memperdalam sumur akibat sumber air mulai mengering pada musim kemarau.
Sekitar pukul 15.25 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup. Tim memberikan pertolongan pertama berupa bantuan oksigen sebelum korban dibawa ke RSUD Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Ketua RW setempat, Kartubi, mengatakan wilayahnya memang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga warga sering menggali atau memperdalam sumur untuk mencari sumber air.
Baca Juga: Lansia 72 Tahun Tewas Usai Tertabrak Xpander Cross Saat Menyeberang di Jalur Baru Sukaraja
"Kalau musim kemarau memang sering terjadi kekeringan di sini. Warga jadi sering menggali sumur mencari sumber air," ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban tertimpa ember setelah tali atau pengikat timba putus saat proses pengangkatan material dari dalam sumur.
Kurtubi mengimbau warga agar lebih berhati-hati ketika melakukan pekerjaan menggali sumur, terutama saat musim kemarau ketika aktivitas tersebut lebih sering dilakukan.
Baca Juga: Cara Edit Foto Instagram Story Pakai AI, Berikut 15 Prompt Viral yang Bisa Dicoba
Dalam proses penanganan kejadian ini, unsur yang terlibat antara lain Babinsa, Bhabinkamtibmas, P2BK Kecamatan Cibadak, Tagana, Satpol PP Kecamatan Cibadak, personel Damkar Pos Cibadak dan Pos Parungkuda, perangkat kelurahan, ketua RT/RW, serta warga setempat.







