SUKABUMIUPDATE.com - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sukabumi Dede Rukaya menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo Subianto sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti capaian investasi nasional yang dinilai terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, realisasi investasi nasional disebut mencapai Rp 1.931 triliun dan mampu menciptakan sekitar 2,7 juta lapangan kerja.
Sementara pada semester pertama 2026, realisasi investasi telah mencapai Rp 1.010 triliun dengan jumlah lapangan kerja yang tercipta kurang lebih 1,4 juta.
Dede Rukaya menilai capaian itu menjadi gambaran penting mengenai perkembangan iklim investasi nasional yang turut memberikan dampak terhadap daerah, termasuk Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga: DPMPTSP Sukabumi Dorong Tuntas Studi Kelayakan Tol Jagoratu demi Gaet Investor
Menurutnya, peningkatan investasi harus terus diikuti dengan penguatan pelayanan perizinan dan kemudahan berusaha. Hal ini menjadi bagian penting agar potensi investasi yang dimiliki Kabupaten Sukabumi dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Capaian investasi yang disampaikan Bapak Presiden tentunya menjadi motivasi bagi daerah. Ini sejalan dengan upaya kita di Kabupaten Sukabumi untuk terus mendorong peningkatan investasi melalui pelayanan yang mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian kepada para pelaku usaha,” ujar Dede, Jumat (14/8/2026).
Ia mengatakan Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk menarik investasi, mulai sektor pariwisata, pertanian, perikanan, industri, dan lainnya.
DPMPTSP, lanjut Dede, akan terus berupaya memberikan dukungan terhadap penciptaan iklim investasi yang kondusif dengan memperkuat koordinasi bersama perangkat daerah dan para pemangku kepentingan.
Ia menambahkan, pertumbuhan investasi perlu diarahkan agar memberikan dampak berkelanjutan bagi pembangunan daerah. Karena itu, kemudahan berusaha harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap ketentuan dan pengelolaan potensi daerah secara berkelanjutan.
“Harapannya, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan nilai investasi, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Sukabumi,” kata Dede. (ADV)















