SUKABUMIUPDATE.com - Kota Sukabumi kembali mencatatkan prestasi dalam ajang Smiling West Java (SWJ) Award 2026. Setelah sebelumnya menempati posisi lima besar pada Mei 2026, Kota Sukabumi kini naik ke peringkat empat besar dalam kategori Integrasi Promosi Pariwisata Terbaik periode Juli 2026.
Tak hanya itu, Kota Sukabumi juga berhasil meraih penghargaan Best Monthly Insight Analytics pada periode yang sama.
Program yang digelar secara rutin oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat tersebut bertujuan membangun ekosistem promosi pariwisata yang inklusif, terintegrasi, dan berlandaskan filosofi Sunda Someah Hade Ka Semah atau ramah kepada tamu.
Capaian Kota Sukabumi di posisi empat besar tersebut bukanlah hasil yang instan. Diperlukan kerja keras, konsistensi, serta soliditas para pekerja kreatif dalam menghasilkan gagasan dan konten promosi pariwisata yang menarik.
Perjalanan prestasi Kota Sukabumi pun menunjukkan tren positif. Pada Maret 2026, Kota Sukabumi berada di peringkat ke-10. Posisi tersebut kemudian naik menjadi peringkat ke-7 pada April dan kembali meningkat ke peringkat ke-5 pada Mei.
Baca Juga: Kasus Rumah Rp750 Juta Naik Penyidikan, Eks Calon Wali Kota Sukabumi Terancam Tersangka
"Semakin ingin mencapai kelompok elit di tiga besar atau peringkat pertama, tantangannya tentu semakin berat. Tapi dengan capaian terbaru di empat besar, setidaknya ini menunjukkan Pemkot Sukabumi dengan Dinas Kepemudaan, Olah Raga Dan Pariwisata (Disporapar) menunjukkan kinerja yang baik," ungkap Wali Kota Sukabumi, H.Ayep Zaki dalam keterangannya, Jumat (14/8/2026).
Menurut Ayep, ajang tersebut bukan semata-mata tentang kompetisi, melainkan menjadi sarana untuk membangun persaingan yang sehat dalam mendorong prestasi.
"Capaian empat besar juga sekaligus menunjukkan bahwa pelaksana pemerintahan Kota Sukabumi bersungguh-sungguh menjalankan amanah tersebut dengan kesungguhan hati, fokus dan serius untuk kemajuan Kota Sukabumi," ujarnya.
Program Smiling West Java juga menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas konten promosi digital, memperkuat sinergi antardaerah, serta meningkatkan kapasitas dalam merespons berbagai isu di media sosial.
Baca Juga: Gelar Apel Kebangsaan, Bupati Asjap dan Kapolres Ajak Semua Elemen Jaga Sukabumi
Langkah tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat citra Jawa Barat sebagai destinasi wisata yang ramah, aman, dan istimewa.
Dalam penilaiannya, terdapat lima indikator utama yang masing-masing memiliki bobot berbeda.
Pertama, Sustainable Tourism Management dengan bobot 20 persen. Indikator ini menilai kemampuan daerah dalam melakukan counter narrative terhadap isu negatif di sektor pariwisata secara solutif.
Kedua, Visual & Storytelling dengan bobot 30 persen. Penilaian mencakup kualitas narasi, teknis audio-visual, keindahan visual, hingga orisinalitas konten promosi.
Ketiga, Integrasi Branding dengan bobot 15 persen. Indikator ini menilai implementasi Tourism Branding Identity serta program promosi yang memiliki tujuan bersama dan bersifat inklusif.
Baca Juga: Jalan Pangkalan-Cisaat Cicurug Diaspal, Dinas PU Sukabumi Lakukan Pemeliharaan
Keempat, Creative Campaign Promotion Concept dengan bobot 25 persen. Indikator ini menilai perencanaan strategis kampanye kreatif di media sosial.
Terakhir, Monthly Insight Analytics Report dengan bobot 10 persen, yang menilai laporan performa data sebagai pendukung efektivitas konten promosi.
Ayep juga berulang kali mengingatkan bahwa perkembangan dunia digital dan teknologi harus diikuti oleh pemerintah daerah. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting agar daerah tidak tertinggal.
"Siapa yang tidak bisa beradaptasi dengan teknologi, maka dia akan ditinggal dunia. Maka kami meyakini, Kota Sukabumi akan bisa berbenah ke arah yang lebih baik, dan catatan prestasi akan terus diraih di masa mendatang," tegasnya.
Adapun lima besar peraih SWJ Award Juli 2026 ditempati Kota Bandung di peringkat pertama dengan 95 poin.
Baca Juga: Bertahun-tahun Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Sodikin dari Surade Kini Dapat Bantuan Kemensos
Kemudian, Kota Tasikmalaya berada di posisi kedua dengan 93 poin, Kabupaten Karawang di posisi ketiga dengan 92 poin, Kota Sukabumi di peringkat keempat dengan 91 poin, serta Kabupaten Garut di posisi kelima dengan 90 poin.
Sementara itu, untuk penghargaan berdasarkan lima indikator penilaian, Best Visual & Storytelling diraih Kabupaten Bandung. Best Sustainable Tourism Management diraih Kota Bandung, sedangkan Best Creative Campaign Promotion Concept diraih Kabupaten Bogor.
Selanjutnya, Referensi Integrasi Branding Terbaik diraih Kabupaten Karawang, sementara Best Monthly Insight Analytics berhasil diraih Kota Sukabumi. (*)















