SUKABUMIUPDATE.com - Menghadapi potensi dampak musim kemarau tahun 2026, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat (Distanhorti Jabar) memperkuat kesiapsiagaan guna menjaga stabilitas produksi pangan.
Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, menghadiri dan menyaksikan secara langsung arahan strategis Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, secara daring pada Kamis (2/4/2026).
Pertemuan virtual ini menjadi krusial sebagai langkah mitigasi dini terhadap ancaman kekeringan yang diprediksi dapat memengaruhi produktivitas tanaman pangan nasional, terutama komoditas padi di wilayah Jawa Barat sebagai salah satu lumbung pangan utama.
Baca Juga: Hadapi Perubahan Iklim, Distanhorti Jabar Tingkatkan Pengetahuan Ratusan Petugas POPT
Dalam arahannya, Mentan Amran Sulaiman menekankan pentingnya langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan melalui percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), optimalisasi pemanfaatan sumber daya air, serta peningkatan koordinasi lintas sektor.
Selain itu, dilakukan pula evaluasi capaian LTT dan produksi beras secara nasional, sekaligus penetapan target LTT untuk periode April–Mei 2026 sebagai langkah konkret dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Merespons arahan tersebut, Kepala Distanhorti Jabar, Dadan Hidayat, menyatakan komitmen penuhnya untuk mengawal kebijakan pusat di tingkat daerah. Ia memastikan bahwa program-program strategis di Jawa Barat akan diselaraskan dengan instruksi kementerian guna meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan. (adv)





