KA Pangrango Tertemper Orang di Sukabumi, Perjalanan Tetap Berjalan Normal

Sukabumiupdate.com
Jumat 26 Jun 2026, 14:26 WIB
KA Pangrango Tertemper Orang di Sukabumi, Perjalanan Tetap Berjalan Normal

Kereta Api Pangrango relasi Bogor-Sukabumi. (Sumber : Dok. KAI).

SUKABUMIUPDATE.com - Perjalanan Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor sempat mengalami insiden temperan orang di petak jalan Sukabumi–Cisaat, Jumat (26/6/2026). Meski demikian, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta memastikan operasional kereta tetap berlangsung aman dan tidak mengalami keterlambatan.

Diberitakan sebelumnya, seorang laki-laki tertemper KA Pangrango dari arah Sukabumi menuju Bogor, tepatnya di Kampung Bojong Nangka Rt 25 Desa Babakan Kecamatan Cisaat, Jumat (26/6/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Menurut warga sekitar, korban diketahui sedang berjalan menyusuri rel kereta, saat KA Pangrango melintas cepat di kawasan tersebut.

Namun insiden tersebut merupakan satu dari tiga kejadian temperan orang yang terjadi di wilayah Daop 1 Jakarta pada hari yang sama. Selain KA Pangrango, kejadian serupa juga dialami KA Airlangga relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi di petak jalan Karawang–Klari serta Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor di petak jalan Cilebut–Bogor.

Baca Juga: Mafia Tanah dalam Kisruh Eks HGU Citimu Sukabumi? Camat: Ada Permintaan Uang Hingga Rp3 Miliar

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan seluruh kejadian langsung ditangani sesuai prosedur keselamatan operasional. Setelah menerima laporan dari masinis, petugas di stasiun terdekat segera melakukan koordinasi, mengamankan lokasi, serta memeriksa kondisi sarana kereta sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.

"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setiap laporan kejadian langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas di lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sarana dalam kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan," ujar Franoto dalam keterangan tertulisnya kepada Sukabumiupdate.com, Jumat (26/6/2026).

Franoto menjelaskan, pada kejadian KA Airlangga di petak jalan Karawang–Klari, kereta sempat berhenti di Stasiun Klari untuk menjalani pemeriksaan. Setelah dinyatakan aman, perjalanan kembali dilanjutkan. Berdasarkan informasi petugas di lapangan, korban dalam kejadian tersebut selamat dan telah dibawa keluarganya ke rumah.

Sementara itu, pada kejadian yang melibatkan KA Pangrango di lintas Sukabumi–Cisaat dan Commuter Line di lintas Cilebut–Bogor, petugas juga bergerak cepat melakukan pengamanan lokasi dan pemeriksaan sarana. Setelah dipastikan aman, kedua perjalanan kereta kembali beroperasi seperti biasa.

Baca Juga: Tangis Bayi di Rumah Lapuk, Kisah Pilu Remaja Tegalbuleud yang Dikhianati Sopir Travel

Dari sisi operasional, dampak yang ditimbulkan relatif kecil. Secara keseluruhan terdapat empat perjalanan kereta yang terdampak dengan total akumulasi keterlambatan lima menit.

KA Airlangga mengalami keterlambatan dua menit dan PLB 7050 terlambat tiga menit, sedangkan KA Pangrango maupun Commuter Line tidak mengalami keterlambatan.

"KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bergerak cepat sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap dapat terjaga," kata Franoto.

KAI Daop 1 Jakarta kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel maupun ruang manfaat jalur kereta api karena merupakan area terbatas dengan tingkat risiko yang tinggi.

Baca Juga: Mimpi Mahal Kampus Negeri, 60 Ribu Calon Mahasiswa Lolos Penerimaan Pilih Mundur

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berjalan, duduk, bermain, melintas sembarangan, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama," ucapnya.

Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan keselamatan, KAI Daop 1 Jakarta secara rutin melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk di kawasan perlintasan sebidang dan lingkungan sekitar jalur kereta api.

"KAI tidak hanya berfokus pada kelancaran perjalanan kereta api, tetapi juga pada keselamatan masyarakat di sekitar jalur. Karena itu, kami terus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun budaya tertib dan aman di lingkungan perkeretaapian," tutup Franoto.

 

 

Berita Terkait
Berita Terkini