Sering Melewatkan Sarapan? Begini Dampaknya pada Tubuh

Sukabumiupdate.com
Selasa 11 Agu 2026, 09:00 WIB
Sering Melewatkan Sarapan? Begini Dampaknya pada Tubuh

Ilustrasi sarapan sehat (Sumber : pexels.com/@Antoni Shkraba)

SUKABUMIUPDATE.com - Sarapan merupakan salah satu waktu makan yang sering dilewatkan dalam kehidupan sehari-hari. Alasan yang umum antara lain bangun kesiangan, terburu-buru beraktivitas, tidak sempat menyiapkan makanan, atau belum merasa lapar pada pagi hari. Padahal, pola makan yang sehat merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh.

Bagi anak-anak dan remaja, kebutuhan gizi menjadi semakin penting karena masa ini merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan. Dilansir dari WHO kebiasaan makan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dan remaja dapat terbawa hingga dewasa.

1. Energi untuk Memulai Aktivitas

Setelah tidur semalaman, sarapan menjadi salah satu kesempatan untuk memberikan asupan makanan sebelum memulai aktivitas. Makanan mengandung zat gizi yang digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi dan aktivitas.

Ketika sarapan dilewatkan, sebagian orang dapat merasa lapar, lemas, atau kurang berenergi pada pagi hari. Namun, respons setiap orang dapat berbeda dan dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan.

Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, sedangkan pola makan yang sehat perlu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi secara seimbang.

Baca Juga: 7 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital

2. Dapat Memengaruhi Konsentrasi dan Aktivitas

Rasa lapar pada pagi hari dapat mengganggu kenyamanan ketika seseorang sedang belajar atau melakukan aktivitas. Melewatkan sarapan pernah dikaitkan dengan kelelahan pada pertengahan pagi dan gangguan pada kemampuan kognitif serta proses belajar, terutama pada kelompok yang berisiko mengalami kekurangan gizi.

3. Pola Makan Sehari-hari Bisa Ikut Berubah

Melewatkan sarapan dapat berhubungan dengan pola makan yang berbeda sepanjang hari. Orang yang sering melewatkan sarapan cenderung memiliki kualitas pola makan yang kurang baik.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah seseorang sarapan, tetapi juga bagaimana kualitas makanan yang dikonsumsi sepanjang hari.

4. Sarapan Tidak Berarti Harus Makan Banyak

Sarapan sehat tidak harus berupa makanan dalam jumlah besar. Yang lebih penting adalah memilih makanan yang beragam dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

WHO merekomendasikan pola makan yang beragam, seimbang, cukup, dan tidak berlebihan. Makanan seperti biji-bijian, sayur, buah, kacang-kacangan, serta sumber protein seperti telur, ikan, daging, atau produk susu dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Contoh sarapan sederhana yang dapat dipilih antara lain:

  • Nasi, telur, dan sayur
  • Roti dengan telur dan buah
  • Oatmeal dengan buah
  • Nasi dengan lauk dan sayuran
  • Pisang dengan susu dan makanan lain yang mengandung protein

Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan, kebiasaan, budaya, dan makanan yang tersedia.

Baca Juga: Terlalu Lama Menatap Layar? Ini Dampaknya bagi Kesehatan Mata

5. Jangan Hanya Memilih Makanan yang Manis

Kesibukan di pagi hari terkadang membuat seseorang memilih makanan atau minuman yang praktis, misalnya makanan tinggi gula. Padahal, pola makan sehat sebaiknya tidak hanya berfokus pada rasa kenyang.

Karena itu, sarapan sebaiknya tidak hanya berupa minuman manis atau makanan tinggi gula. Menambahkan sumber protein, buah, sayur, atau makanan berserat dapat membuat pilihan sarapan menjadi lebih beragam dan bergizi.

6. Sarapan Adalah Bagian dari Pola Hidup Sehat

Sarapan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan seseorang. Kesehatan juga dipengaruhi oleh keseluruhan pola makan, aktivitas fisik, tidur, kondisi tubuh, serta kebiasaan sehari-hari.

Melewatkan sarapan merupakan kebiasaan yang cukup umum. Bagi sebagian orang, tidak sarapan dapat membuat tubuh lebih cepat merasa lapar atau kurang nyaman saat beraktivitas pada pagi hari. Pada anak dan remaja, kebiasaan melewatkan sarapan dengan kualitas pola makan dan beberapa indikator kesehatan.

Namun, melewatkan sarapan tidak dapat dianggap sebagai satu-satunya penyebab masalah kesehatan. Kualitas makanan dan pola hidup secara keseluruhan tetap menjadi hal yang penting.

Sarapan yang sehat tidak harus mahal atau rumit. Makanan sederhana dengan kombinasi yang beragam dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Dengan memperhatikan pola makan secara keseluruhan, kita dapat membangun kebiasaan yang lebih baik untuk kesehatan sekarang maupun di masa depan.

Baca Juga: Tak Sekadar Mengisi Waktu, Ini Hobi yang Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Sumber: WHO

Berita Terkait
Berita Terkini