SUKABUMIUPDATE.com - Air keruh merupakan masalah yang cukup sering ditemui, baik pada air sumur, air sungai, air hujan yang tertampung, maupun sumber air lainnya. Warna keruh biasanya disebabkan oleh partikel tanah, lumpur, pasir, bahan organik, atau partikel tersuspensi lainnya.
Air yang terlihat keruh tidak selalu berarti mengandung kuman, tetapi kekeruhan dapat menjadi tanda adanya kontaminasi dan dapat mengganggu proses pengolahan air.
Untuk membuat air keruh menjadi lebih jernih, terdapat beberapa metode sederhana yang dapat diterapkan. Namun, perlu dipahami bahwa menjernihkan air berbeda dengan membuat air aman untuk diminum. Penyaringan dapat mengurangi partikel dan kekeruhan, tetapi tidak semua metode mampu menghilangkan bakteri, virus, parasit, atau bahan kimia berbahaya. Berikut tujuh cara yang dapat digunakan.
1. Diamkan Air hingga Kotoran Mengendap
Cara paling sederhana untuk mengurangi kekeruhan adalah dengan membiarkan air dalam wadah bersih selama beberapa waktu agar partikel yang lebih berat turun ke dasar.
Proses ini disebut sedimentasi. Partikel seperti pasir dan lumpur dapat mengendap secara alami karena gaya gravitasi.
Baca Juga: Sering Melewatkan Sarapan? Begini Dampaknya pada Tubuh
2. Saring Menggunakan Kain Bersih
Air yang telah melalui proses pengendapan dapat disaring menggunakan kain bersih dan memiliki serat yang cukup rapat.
Caranya sederhana:
- Siapkan wadah yang bersih.
- Letakkan kain bersih di atas wadah.
- Tuangkan air secara perlahan.
- Biarkan partikel lumpur atau kotoran tertahan pada kain.
- Kumpulkan air hasil penyaringan untuk diproses lebih lanjut.
Penyaringan air keruh menggunakan kain bersih, tisu kertas, atau filter kopi sebagai langkah awal sebelum proses perebusan dalam kondisi tertentu.
3. Gunakan Proses Koagulasi dan Flokulasi
Jika air sangat keruh, proses koagulasi dan flokulasi dapat membantu mengumpulkan partikel-partikel kecil sehingga lebih mudah mengendap.
Dalam pengolahan air, bahan tertentu dapat membuat partikel kecil saling bergabung membentuk gumpalan yang lebih besar atau flok. Gumpalan tersebut kemudian dapat dipisahkan melalui pengendapan dan penyaringan.
Untuk penggunaan rumah tangga, jangan sembarangan menambahkan bahan kimia seperti tawas atau bahan flokulan lainnya tanpa mengetahui dosis dan tujuan penggunaannya. Gunakan produk yang memang diperuntukkan bagi pengolahan air dan ikuti petunjuk produsennya.
4. Gunakan Saringan Pasir
Saringan pasir merupakan salah satu metode yang dapat membantu mengurangi kekeruhan dengan melewatkan air melalui lapisan pasir.
Salah satu bentuknya adalah slow sand filtration, sistem ini menggunakan lapisan pasir halus, lapisan kerikil sebagai penyangga, saluran pengumpul air, dan pengaturan laju aliran. Sistem tersebut dapat membantu menghilangkan kekeruhan dan sebagian mikroorganisme.
5. Gunakan Karbon Aktif
Karbon aktif banyak digunakan dalam sistem pengolahan air rumah tangga. Media ini bekerja melalui proses adsorpsi, yaitu menahan sejumlah senyawa pada permukaan karbon.
Karbon aktif dapat membantu meningkatkan karakteristik air, terutama dari sisi rasa dan bau, serta dapat mengurangi beberapa jenis zat tertentu. Namun, kemampuan setiap filter berbeda-beda.
Karbon aktif juga tidak otomatis menghilangkan semua bakteri, virus, parasit, maupun bahan kimia. Oleh sebab itu, penggunaan karbon aktif sebaiknya menjadi bagian dari sistem pengolahan yang sesuai dengan kondisi air.
Baca Juga: Ronald Araujo Tinggalkan Barcelona, Resmi Gabung Liverpool dengan Status Pinjaman
6. Gunakan Filter Cartridge, Keramik, atau Membran
Untuk mendapatkan hasil penyaringan yang lebih konsisten, air keruh dapat diproses menggunakan filter khusus, seperti filter cartridge, keramik, mikrofiltrasi, ultrafiltrasi, atau reverse osmosis (RO).
7. Rebus atau Lakukan Disinfeksi Jika Air Akan Diminum
Jika air hasil penyaringan akan digunakan sebagai air minum, proses menjernihkan saja belum cukup. Air perlu melalui proses yang ditujukan untuk mengendalikan mikroorganisme penyebab penyakit.
Salah satu metode yang paling sederhana adalah merebus air. Perebusan merupakan metode yang sangat efektif untuk membunuh kuman penyebab penyakit di dalam air. Air jernih dididihkan hingga mendidih bergolak selama setidaknya 1 menit, kemudian didinginkan dan disimpan dalam wadah yang bersih serta tertutup.
Perebusan atau disinfeksi tidak dapat membuat air yang telah tercemar bahan bakar, bahan kimia beracun, atau material radioaktif menjadi aman. Jika terdapat dugaan kontaminasi tersebut, gunakan sumber air lain dan lakukan pengujian yang sesuai.
Hal yang paling penting untuk diingat adalah kejernihan bukan satu-satunya indikator keamanan air.
Air yang terlihat bening masih dapat mengandung mikroorganisme atau zat kimia yang tidak dapat dilihat dengan mata. Sebaliknya, air yang keruh belum tentu mengandung semua jenis kontaminan berbahaya, tetapi kekeruhan menunjukkan adanya partikel yang perlu ditangani.
Ada berbagai cara untuk membuat air keruh menjadi lebih jernih, mulai dari metode sederhana hingga penggunaan teknologi filtrasi.
Untuk kebutuhan non-minum, beberapa metode penyaringan mungkin sudah cukup untuk meningkatkan kejernihan air, tergantung penggunaannya. Namun, untuk air minum, diperlukan pengelolaan yang sesuai untuk mengendalikan mikroorganisme dan kontaminan lainnya.
Dengan demikian, jangan hanya melihat apakah air sudah bening. Pastikan metode pengolahan yang digunakan memang sesuai dengan kondisi sumber air dan risiko pencemarannya.
Baca Juga: Shin Tae Yong Didesak Kembali ke Timnas Indonesia, Presiden Persija Jakarta Beri Respons
Sumber : WHO, CDC














