SUKABUMIUPDATE.com - Air merupakan kebutuhan utama bagi tubuh. Hampir setiap hari kita mengonsumsinya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu berbagai fungsi organ berjalan dengan baik. Namun, tidak semua air yang terlihat jernih dan bersih otomatis aman untuk diminum.
Air yang terkontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia, atau zat berbahaya lainnya dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Karena itu, penting untuk mengetahui ciri-ciri air yang layak dikonsumsi sebelum memasukkannya ke dalam tubuh.
Banyak orang menganggap air yang tidak berwarna dan tidak berbau pasti aman diminum. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.
Beberapa mikroorganisme dan zat pencemar tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Air yang tampak bening bahkan bisa saja mengandung bakteri penyebab penyakit, terutama jika berasal dari sumber yang tidak terlindungi atau telah tercemar.
Jadi, jangan hanya mengandalkan penampilan air untuk menentukan keamanannya. Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menilai kualitas air secara sederhana.
1. Tidak berbau menyengat
Air minum yang baik umumnya tidak memiliki bau yang aneh atau menyengat. Jika air berbau seperti bahan kimia, belerang, telur busuk, atau memiliki aroma tidak biasa, sebaiknya jangan langsung dikonsumsi.
2. Tidak memiliki rasa yang mencurigakan
Air pada umumnya memiliki rasa yang netral. Jika terasa pahit, asin secara tidak wajar, seperti logam, atau memiliki rasa asing lainnya, sebaiknya periksa terlebih dahulu kualitas air tersebut.
Perubahan rasa dapat menjadi petunjuk adanya kandungan tertentu dalam air, meskipun rasa saja tidak cukup untuk memastikan air aman.
Baca Juga: 7 Cara Menyaring Air Keruh Menjadi Lebih Jernih dan Layak Digunakan
3. Tidak berwarna dan tidak keruh
Air yang layak dikonsumsi seharusnya tidak menunjukkan perubahan warna atau kekeruhan yang tidak semestinya. Air berwarna kuning, kecokelatan, kehijauan, atau keruh dapat menunjukkan adanya partikel maupun zat tertentu.
Namun, sekali lagi, air yang jernih bukan berarti bebas dari kontaminasi mikrobiologis.
4. Berasal dari sumber yang terlindungi
Sumber air juga sangat menentukan. Air dari sumber yang terlindungi dari limbah, kotoran, dan pencemaran lingkungan memiliki risiko kontaminasi yang lebih rendah dibandingkan air dari sumber yang tidak terawat.
Sumur, misalnya, perlu dijaga agar tidak mudah tercemar oleh limbah rumah tangga maupun sumber pencemar di sekitarnya.
5. Diolah dengan cara yang tepat
Jika kualitas sumber air belum dapat dipastikan, air perlu mendapatkan pengolahan yang sesuai sebelum dikonsumsi.
Salah satu cara yang umum dilakukan di rumah adalah merebus air hingga mendidih. Perebusan yang memadai dapat membantu membunuh banyak mikroorganisme penyebab penyakit. Setelah itu, air sebaiknya disimpan dalam wadah yang bersih dan tertutup.
Perlu diingat, perebusan tidak otomatis menghilangkan semua jenis kontaminan kimia atau logam berat. Jika ada dugaan pencemaran kimia, diperlukan pemeriksaan dan pengolahan yang sesuai.
Pengamatan dengan mata, hidung, dan lidah hanya merupakan pemeriksaan sederhana. Cara tersebut tidak dapat memastikan ada atau tidaknya bakteri, virus, parasit, logam berat, maupun bahan kimia tertentu.
Jangan memaksakan diri meminum air hanya karena sedang haus. Jika air tiba-tiba berubah warna, bau, rasa, atau tampak berbeda dari biasanya, lebih baik cari sumber air lain yang lebih terjamin.
Terlebih lagi, jika air berasal dari daerah yang baru saja mengalami banjir atau terdapat dugaan pencemaran limbah. Risiko kontaminasi dapat meningkat sehingga air perlu mendapatkan penanganan yang tepat sebelum dikonsumsi.
Memastikan keamanan air minum merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan. Jangan menilai air hanya dari kejernihannya. Perhatikan sumbernya, kondisi fisiknya, cara pengolahannya, serta kebersihan wadah penyimpanannya.
Dengan lebih teliti sebelum minum, kita dapat mengurangi risiko penyakit akibat air yang tercemar dan memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dengan lebih aman.
Baca Juga: 5 Tips Membuat Sarapan Sehat dalam Waktu Singkat
Sumber: Berbagai Sumber














