Harga Daging Ayam di Sukabumi Rp45 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Daya Beli Turun

Sukabumiupdate.com
Selasa 11 Agu 2026, 12:04 WIB
Harga Daging Ayam di Sukabumi Rp45 Ribu per Kg, Pedagang Keluhkan Daya Beli Turun

Pedagang daging ayam di Pasar Surade Kabupaten Sukabumi (Sumber: sukabumiupdate)

SUKABUMIUPDATE.com – Harga daging ayam di Pasar Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mengalami kenaikan cukup drastis. Saat ini, harga daging ayam mencapai Rp45 ribu per kilogram. 

Kenaikan tersebut dikeluhkan para pedagang karena harga tersebut dinilai sudah setara dengan harga daging ayam saat momentum Idul Fitri. Pedagang daging ayam di Pasar Surade, Saepul Yudha Pratama mengatakan, sebelum mengalami kenaikan, harga daging ayam berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. 

Menurutnya, kenaikan harga mulai terasa setelah aktivitas sekolah dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi setelah sebelumnya libur. “Awalnya sekitar Rp37 ribu sampai Rp38 ribu per kilogram. Sekarang sudah Rp45 ribu. Harga segitu kalau dulu biasanya harga saat Idul Fitri,” ujar Saepul kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (11/8/2026).

Baca Juga: Rencana Suntik Modal Perumda Pesona Pariwisata Disorot FPKS DPRD Sukabumi: Target Harus Jelas

Ia menuturkan, saat libur sekolah dan MBG, harga daging ayam masih relatif stabil. Namun, setelah kegiatan sekolah dan MBG kembali berjalan, harga ayam justru mengalami kenaikan. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap penjualan di pasar. Saepul menyebut daya beli masyarakat mengalami penurunan cukup signifikan hingga sekitar 60 persen.

“Daya beli turun sampai 60 persen. Masyarakat sekarang lebih mengurangi pembelian karena harganya mahal,” katanya.

Menurut Saepul, dampak kenaikan harga tidak hanya dirasakan pedagang daging ayam, tetapi juga pelaku usaha kecil yang menggunakan daging ayam sebagai bahan baku. Sejumlah pedagang cilok, bakso, mie ayam hingga sate ayam ikut terdampak lantaran biaya produksi mereka meningkat.

Baca Juga: Komisi IV DPRD: 15 Warga Korban Penipuan Loker di Kalimantan Sudah Pulang ke Sukabumi

Bahkan, kata Saepul, terdapat pedagang kecil yang memilih tidak berjualan sementara karena tidak mampu menanggung kenaikan harga bahan baku daging ayam. “Ada pedagang cilok, bakso, mi ayam, sate ayam yang kena dampak. Bahkan ada yang tidak berjualan karena harga bahan bakunya naik,” ungkapnya.

Saepul berharap harga daging ayam dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat dan pedagang kecil yang bergantung pada bahan baku ayam bisa kembali berjualan secara normal. “Harapannya harga kembali normal, supaya masyarakat bisa membeli dan pedagang juga bisa berjualan seperti biasa,” pungkasnya.

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini