SUKABUMIUPDATE.com - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Bogor, tepatnya di wilayah Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/04/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Pemilik ruko, Lalang (32 tahun), mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut dari informasi yang diterimanya. Saat peristiwa terjadi, ia tidak berada di lokasi karena sedang bekerja.
“Saya lagi enggak di sini, lagi kerja. Dapat telepon dari ibu mertua sekitar setengah satu malam, jadi besok paginya langsung ke lokasi,” ujarnya, kepada Sukabumiupdate.com, Sabtu (18/04/2026).
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2027, Andalkan TPS3R
Berdasarkan informasi yang diterima, truk Isuzu Giga bernomor polisi F 9106 QA melaju dari arah Bogor menuju Sukabumi. Kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong, sehingga membuat sopir panik, terlebih saat melintasi jalur menurun.
“Informasinya rem blong. Sebenarnya bisa diantisipasi kalau sopir tidak panik. Mungkin karena panik, rem terus ditekan tapi tidak sempat dikompa, jadi angin tidak masuk,” kata Lalang.
Ia menjelaskan, sopir sempat mengambil inisiatif membanting setir ke kiri dengan tujuan menghentikan laju kendaraan ke arah saluran air. Namun, karena beban truk yang berat, pembatas jalan jebol dan kendaraan terus melaju hingga menabrak ruko.
Baca Juga: Pohon Sakura Tumbang Timpa Mobil yang Terpakir di Area Kantor Setda Sukabumi
“Awalnya mau dibenturkan ke got di samping, tapi pembatasnya hancur, akhirnya nerobos sampai kena ruko,” jelasnya.
Warga sekitar pun langsung berdatangan ke lokasi setelah mendengar suara benturan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Sopir dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera.
“Enggak ada korban, sopir juga aman,” tuturnya singkat.
Akibat kejadian tersebut, ruko miliknya yang digunakan untuk usaha mengalami kerusakan cukup parah, diperkirakan mencapai 60 hingga 70 persen. Saat kejadian, ruko dalam kondisi tutup dan baru beroperasi pada pagi hari.
Baca Juga: 95 Siswa SMAN 2 Kota Sukabumi Lolos SNBP, Wali Kota Ayep Zaki Beri Apresiasi
“Kerusakan lumayan, sekitar 60 sampai 70 persen. Malam memang tutup, biasanya buka pagi sampai sore,” ucapnya.
Lalang menyebut kejadian ini berdampak pada aktivitas usahanya karena operasional terpaksa terhenti dan sebagian barang mengalami kerusakan.
“Jadi terhambat, enggak ada pemasukan. Ada barang juga yang kena pecahan jadi harus direject,” katanya.
Baca Juga: Longsor Mengintai di Cibadak Sukabumi, TPT 10 Meter Ancam Dua Rumah Warga
Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi tersebut tergolong rawan kecelakaan, terutama yang disebabkan oleh kendaraan mengalami rem blong. “Di sini memang rawan, sering dengar juga kejadian rem blong atau kecelakaan,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, petugas kepolisian masih melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, proses evakuasi kendaraan masih berlangsung dengan terlebih dahulu memindahkan muatan pasir ke truk lain.





