SUKABUMIUPDATE.com - Longsor terjadi di Perumahan Bumi Mutiara Indah (BMI) 3, Kampung Pasir Kerak RT 06/09, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/5/2026) sore.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Tebing setinggi sekitar 8 meter dilaporkan ambruk dan menimpa bagian belakang rumah milik Firman.
Kakak korban, Edi Abas, menuturkan longsor terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya. Menurutnya, selain faktor hujan deras, konstruksi tebing di belakang rumah juga dinilai kurang aman.
Baca Juga: PLN UP3 Sukabumi Siaga Jaga Keandalan Listrik demi Kelancaran Ibadah Kenaikan Yesus Kristus 2026
“Longsor tersebut akibat hujan deras. Terus rumah itu keamanannya menurut saya kurang safety. Tebingnya yang pakai batu cuma sekitar 2 meter, ke atasnya pakai hebel. Mana kuat nahan tanah,” ujarnya.
Edi mengatakan tebing di belakang rumah memiliki ketinggian sekitar 8 meter dengan posisi lurus dan tidak memiliki trap pengaman.
“Tebing itu 8 meter, yang di TPT cuma 2 meter pakai batu. Ke atasnya pakai hebel. Posisinya lurus lagi, tidak ada trap-trap. Kalau di 8 meter itu harusnya ada trap pengaman,” katanya.
Baca Juga: Sukabumi Krisis Air Bersih: Kebocoran PDAM 70 Persen, DPRD Jabar Soroti Pipa Tua
Ia berharap pihak pengembang lebih memperhatikan aspek keamanan konstruksi demi keselamatan penghuni rumah.
“Jangan cuma memikirkan untung, tapi keselamatan konsumen juga harus diperhatikan. Jangan sampai asal-asalan bangun,” ucapnya.
Menurut Edi, bagian rumah yang terdampak cukup parah berada di kamar belakang, kamar mandi, dan dapur. Saat kejadian, istri dan anak Firman sedang berada di bagian depan rumah sehingga selamat dari longsoran.
Baca Juga: Top 6 Facebook Downloader Terbaik: Mana yang Layak Dipakai?
“Untungnya tidak ada yang berada di kamar belakang, kamar mandi, atau dapur. Kalau ada yang di belakang mungkin lain ceritanya,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, rumah mengalami rusak berat dan tidak bisa dihuni sementara waktu. Sejumlah barang rumah tangga, termasuk kasur dan peralatan dapur, ikut tertimbun material longsor.
Meski tidak ada korban luka maupun korban jiwa, satu keluarga terdampak untuk sementara mengungsi di kantor pemasaran BMI 3. Edi mengatakan proses evakuasi barang-barang rencananya akan dilanjutkan pada Jumat (15/5), karena kondisi tebing dinilai masih berbahaya dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.
Baca Juga: Mengenal Teknologi AI-UAV, Pendeteksi Ladang Ganja Garapan BRIN dan BNN
“Takutnya kalau digali malah ada longsoran lagi dari atas,” katanya.
Sementara itu, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Ciambar, Dedi Supiyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan assessment ke lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan kecamatan, Pemerintah Desa Cibunarjaya, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, Tagana, dan Pramuka Peduli.
Dedi menyebut rumah milik Firman mengalami rusak berat setelah bagian kamar dan dapur tertimpa material longsor. Saat ini material longsoran masih akan dibersihkan karena sejumlah barang milik korban masih tertimbun. P2BK juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat cuaca hujan.





