Sinopsis Film “Pesta Babi” Buat yang Penasaran dan Belum Nonton

Sukabumiupdate.com
Kamis 14 Mei 2026, 17:30 WIB
Sinopsis Film “Pesta Babi” Buat yang Penasaran dan Belum Nonton

Poster film Pesta Babi (Sumber : Instagram/watchdoc documentary)

SUKABUMIUPDATE.com - Dari sekian banyak film baru yang hadir di Indonesia, Film “Pesta Babi” saat ini cukup menarik perhatian apalagi setelah beredar kabar jika terjadi pembubaran acara nonton bareng film tersebut.

Film Pesta Babi yang dirilis tahun 2026 ini adalah sebuah film dokumenter investigatif karya Cypri Paju Dale dan Dandhy Laksono. Film ini menyoroti perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan melawan perampasan tanah adat.

Film ini juga mengungkap dampak deforestasi akibat proyek agribisnis skala besar dan militerisasi yang mengancam sumber penghidupan masyarakat adat.

Nah, jika kamu juga merasa penasaran dengan film “Pesta Babi” berikut ini sinopsis film berdurasi 95 menit tersebut dikutip dari watchdoc documentary.

Baca Juga: Ketika Film “Pesta Babi” Diputar di Kota Sukabumi, Ruang Itu Mendadak Sunyi

Baca Juga: Ramai Nobar Film Pesta Babi di Sukabumi, Dandim 0607: Jangan Sampai Jadi Pemicu Polemik

Sinopsis Film “Pesta Babi”

Film Pesta Babi mengangkat kisah kehidupan masyarakat adat di kawasan Merauke, Boven Digoel, dan Mappi, Papua Selatan. Dokumenter ini menyoroti hubungan masyarakat Papua dengan alam yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka sejak lama.

Pada bagian awal film, penonton diperlihatkan berbagai ritual adat yang menggambarkan kedekatan warga dengan hutan dan lingkungan sekitar. Hutan bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga sumber pangan, budaya, dan identitas masyarakat setempat.

Seiring perkembangan cerita, film mulai menampilkan perubahan besar yang terjadi akibat pembukaan lahan dan masuknya proyek industri berskala besar.

Dokumenter ini mengangkat berbagai persoalan seperti berkurangnya hutan adat, ancaman terhadap sumber makanan tradisional, perubahan gaya hidup masyarakat lokal, hingga kekhawatiran warga terhadap masa depan generasi berikutnya.

Selain itu, film juga memperlihatkan bagaimana sebagian masyarakat merasa ruang hidup mereka semakin terbatas. Hutan yang dulu menjadi tempat bergantung hidup perlahan berubah fungsi menjadi area industri dan pembangunan.

Nuansa dokumenter terasa cukup kuat dan emosional karena menampilkan langsung suara, pengalaman, serta keresahan warga lokal yang menghadapi perubahan besar di lingkungan tempat tinggal mereka.

Film “Pesta Babi” ini merupakan kritik atas eksploitasi tanah Papua dan memberikan ruang suara bagi masyarakat adat untuk menceritakan kondisi mereka yang sebenarnya

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini