Sawah di Sukasirna Cibadak Jadi Langganan Banjir, Warga Sebut Pendangkalan Sungai

Sukabumiupdate.com
Kamis 14 Mei 2026, 21:00 WIB
Sawah di Sukasirna Cibadak Jadi Langganan Banjir, Warga Sebut Pendangkalan Sungai

Edit AI. Sawah di Sukasirna Cibadak Sukabumi sering kebanjiran (Sumber: copilot)

SUKABUMIUPDATE.com - Puluhan hektare area persawahan dan perkebunan milik warga di Kampung Pangasahan RW 14, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Kamis (14/5/2026) sore.

Dalam video berdurasi 2 menit 24 detik yang beredar, seorang warga menyebut banjir di wilayah tersebut kerap terjadi hampir setiap bulan saat hujan deras turun. Warga juga menyoroti kondisi area sekitar yang dikelilingi perkebunan sawit sehingga aliran air kerap meluap ke area persawahan dan permukiman.

Warga berharap ada penanganan dari pihak terkait karena banjir disebut berdampak pada puluhan hektare sawah milik petani. Dalam video itu juga disebutkan tanaman padi yang baru berusia sekitar dua minggu ikut terendam banjir.

Baca Juga: Longsor di Perum BMI 3 Ciambar, Keluarga Terdampak Soroti Konstruksi Tebing

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cibadak, Mawaldi, mengatakan banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih dua jam.

“Hujan deras sekitar dua jam. Sungai di daerah Pangasahan meluap dan merendam puluhan hektare sawah serta perkebunan warga,” ujarnya.

Menurut Mawaldi, meluapnya air diduga dipicu aliran air dari kawasan perkebunan sawit yang masuk ke sungai. Selain itu, kondisi saluran sungai yang kecil dan mengalami pendangkalan membuat debit air tidak tertampung hingga meluap ke area persawahan.

Baca Juga: Sukabumi Krisis Air Bersih: Kebocoran PDAM 70 Persen, DPRD Jabar Soroti Pipa Tua

“Air sungainya kecil dan ada pendangkalan, jadi tidak cukup menampung air,” katanya.

Ia menyebut ketinggian air di area sawah sekitar 25 sentimeter. Meski demikian, banjir kali ini tidak sampai masuk ke pemukiman warga.

Mawaldi mengatakan banjir di wilayah tersebut merupakan kejadian musiman yang kerap terjadi saat hujan deras turun di bagian hulu sungai.

Baca Juga: Longsor di Perum BMI 3 Ciambar, Keluarga Terdampak Mengungsi

“Kalau itu musiman. Dulu bahkan pernah sampai masuk ke rumah warga,” ucapnya.

Menurutnya, sebelumnya pemerintah kecamatan bersama pemerintah desa, Karang Taruna, LPM, warga, Babinsa, Koramil, Polsek, Bagana, dan P2BK pernah melakukan kerja bakti pelebaran aliran Sungai Pangasahan.

Akibat banjir tersebut, sebagian tanaman padi milik warga dilaporkan terdampak dan berpotensi gagal panen. Selain padi, sejumlah lahan juga ditanami timun dan cabai.

“Informasi dari Pak RW, sebagian sawah baru dua minggu ditanami lagi setelah panen,” katanya.

Baca Juga: Mengapa Film “Pesta Babi” Viral? Ini Fakta dan Isu yang Diangkat

P2BK Cibadak mengaku telah berkoordinasi dengan Babinsa dan pihak RW setempat terkait kondisi tersebut. Sementara untuk penanganan jangka panjang, Mawaldi menilai pengerukan sedimentasi sungai perlu dilakukan agar aliran air kembali normal.

“Paling pengerukan lagi bersama masyarakat dan paguyuban petani,” ujarnya.

 

Editor :
Berita Terkait
Berita Terkini