DPU Sukabumi Percepat Penanganan Jembatan Linggamanik yang Ambruk Diterjang Banjir

Sukabumiupdate.com
Rabu 22 Apr 2026, 19:06 WIB
DPU Sukabumi Percepat Penanganan Jembatan Linggamanik yang Ambruk Diterjang Banjir

Kadis PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus saat meninjau langsung Jembatan Linggamanik yang ambruk diterjang banjir. Rabu (22/4/2026). (Sumber: Istimewa)

SUKABUMIUPDATE.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, meninjau langsung lokasi Jembatan Linggamanik yang ambruk akibat bencana alam pada Minggu (19/4/2026) dini hari.

Jembatan yang menjadi penghubung utama antara Kecamatan Jampangtengah dan Kecamatan Purabaya tersebut roboh setelah diterjang luapan Sungai Cikurutug. Infrastruktur dengan panjang 12 meter dan lebar 5,6 meter itu berada di ruas jalan kabupaten Bojongjengkol–Miramontana, tepatnya di Kampung Linggamanik, Desa Nangerang.

Akibat kejadian tersebut, jembatan kini tidak dapat dilalui, baik oleh kendaraan maupun pejalan kaki, sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat yang bergantung pada akses tersebut.

Baca Juga: Detik-detik Banjir Bandang Kabandungan, Warga: Air Cepat Naik-4,38 Ha Sawah Gagal Panen

Saat ini, penanganan jembatan telah memasuki tahap percepatan oleh Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Langkah awal dilakukan melalui koordinasi intensif bersama unsur Forkopimcam setempat serta tim teknis.

Peninjauan lapangan menjadi dasar penting untuk memastikan kesiapan perencanaan sekaligus menentukan langkah teknis yang tepat dalam proses pembangunan kembali jembatan.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menegaskan bahwa penanganan jembatan tersebut menjadi prioritas pemerintah daerah dan akan segera direalisasikan.

“Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kami pastikan prosesnya dipercepat karena jalur ini merupakan akses penting bagi masyarakat dan menjadi kewenangan kabupaten untuk segera ditangani,” ujarnya kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (22/4/2026).

Pembiayaan pembangunan akan bersumber dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan kepada Dinas PU sebagai pelaksana teknis. Saat ini, proses perencanaan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar satu minggu sebelum masuk ke tahap administrasi dan pengadaan.

Uus menjelaskan, setelah seluruh dokumen selesai, pekerjaan konstruksi diperkirakan berlangsung sekitar satu bulan. Dengan skema tersebut, pembangunan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu dua hingga dua setengah bulan.

Baca Juga: Jalan Diblokade dan Dibakar, Warga Pajampangan Tuntut Perbaikan Ruas Jampang–Kiaradua

“Kalau semua tahapan berjalan lancar, insyaallah dalam dua sampai dua setengah bulan jembatan ini sudah bisa kembali dimanfaatkan masyarakat,” katanya.

Selama masa pembangunan, pemerintah telah menyiapkan jalur alternatif untuk menjaga mobilitas warga. Kendaraan roda empat dapat melintas melalui jalur Penumbangan, sementara pejalan kaki diarahkan menggunakan jembatan gantung yang berada tidak jauh dari lokasi.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan jalur sementara, terutama bagi anak-anak yang melintas tanpa pendampingan.

Sebelumnya, lokasi jembatan telah mendapatkan penanganan awal dari BPBD sebagai bagian dari respons darurat. Namun, karena pembangunan jembatan memerlukan proses konstruksi yang lebih panjang, penanganan selanjutnya diserahkan kepada Dinas PU.

Dengan percepatan yang dilakukan, diharapkan Jembatan Linggamanik segera kembali berfungsi normal dan mampu mendukung aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat di wilayah Jampangtengah dan sekitarnya.(adv)

Berita Terkait
Berita Terkini