Kondisi Terkini Korban Bom Molotov di Cicurug: Jalani Operasi, Luka Bakar 23 Persen

Sukabumiupdate.com
Senin 27 Apr 2026, 17:14 WIB
Kondisi Terkini Korban Bom Molotov di Cicurug: Jalani Operasi, Luka Bakar 23 Persen

Petugas medis memantau kondisi MZ (16), korban luka bakar akibat bom molotov di Cicurug, saat menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi. (Sumber Foto: SU/Ibnu)

SUKABUMIUPDATE.com - MZ (16 tahun), remaja yang menjadi korban pelemparan bom molotov di Kampung Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Senin (27/4/2026). Korban dilaporkan telah menjalani tindakan operasi dan kondisinya berangsur stabil.

Humas RSUD Sekarwangi, Irman Firmansyah Saputra, menjelaskan bahwa MZ mulai mendapatkan penanganan medis sesaat setelah tiba di rumah sakit pada Minggu malam (26/4/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

Irman menyebutkan bahwa tim medis telah melakukan tindakan operasi khusus untuk menangani luka bakar yang diderita korban.

“Penanganan sudah dilakukan melalui operasi debridemen kulit (pembersihan jaringan). Saat ini pasien sudah dipindahkan ke ruangan NAS untuk observasi serta perawatan lanjutan,” ujar Irman kepada sukabumiupdate.com, Senin sore.

Baca Juga: Kelompok Diduga Pelaku Bom Molotov Diamankan, Warga Benteng Kutajaya Cicurug Alami Luka Bakar

Menurutnya, MZ saat ini dalam kondisi sadar (compos mentis), meski masih harus banyak beristirahat guna memulihkan keadaan umum pasca-operasi.

“Masih compos mentis, cuma sekarang lagi istirahat, tertidur. Barusan juga sudah dilihat,” tambah Irman.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, lanjut Irman, MZ mengalami luka bakar dengan luas sekitar 23 persen. Area luka tersebar di beberapa bagian tubuh, termasuk kepala, badan bagian depan dan belakang, serta sisi kiri tubuh.

“Luka yang paling parah terdapat pada bagian tangan. Meskipun luasnya 23 persen, dalam diagnosa medis kondisi ini masih masuk kategori luka bakar ringan ke sedang. Pemberian antibiotik dan pereda nyeri sudah dilakukan secara maksimal,” jelas Irman.

Meski masih dalam kondisi lemah pasca operasi, Irman menyebut kondisi pasien menunjukkan perkembangan yang baik.

“Sekarang masih lemah, pasca operasi, perbaikan keadaan umum. Tapi membaik, alhamdulillah,” ungkapnya.

Ia menuturkan, saat pertama kali datang ke rumah sakit, kondisi pasien dinilai cukup stabil dan keluarga dalam keadaan tidak panik.

“Bagus juga, tidak terlalu panik keluarga pasiennya,” katanya.

Baca Juga: Nenek 72 Tahun di Lembursitu Dijambret Saat Jaga Warung, Polisi Buru Pelaku

Pihak rumah sakit mendapatkan informasi bahwa MZ menjadi korban dalam insiden ketegangan antarkelompok. Peristiwa memilukan ini diduga dipicu oleh aksi pelemparan bom molotov yang melibatkan rekan atau kelompok pemuda dari kampung sebelah.

“Informasi dari orang desa, korban bom molotov oleh rekan sekampungnya, antarkampung,” pungkas Irman.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Benteng sempat geger setelah ledakan bom molotov terjadi dan melukai MZ. Warga bahkan dilaporkan sempat mengamankan kelompok yang diduga sebagai pelaku sebelum pihak kepolisian turun tangan.

Saat ini, pihak kepolisian dilaporkan masih terus mendalami kasus ini guna mengungkap motif di balik aksi pelemparan bom molotov yang membahayakan nyawa tersebut.

Berita Terkait
Berita Terkini