SUKABUMIUPDATE.com – Memasuki musim panen raya, pemandangan berbeda terlihat di ruas jalan nasional wilayah Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Alih-alih dipenuhi hiruk pikuk kendaraan, area Terminal Tegalbuleud dan bahu jalan nasional justru "disulap" oleh petani setempat menjadi hamparan lantai jemur padi massal.
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan gabah memenuhi pelataran terminal hingga sebagian bahu jalan. Kondisi ini seolah menjadi pemandangan rutin tahunan bagi warga sekitar saat hasil panen melimpah.
Terminal Bak Bangunan Kosong
Terminal Tegalbuleud yang berlokasi di Jalan Siliwangi, Kampung Margahayu, Desa Buniasih, kini tampak beralih fungsi. Minimnya aktivitas angkutan umum serta tidak adanya petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) di lokasi, membuat fasilitas publik ini terlihat seperti bangunan kosong yang tak terurus.
Ipey, salah seorang warga Tegalbuleud, mengungkapkan bahwa sepinya terminal tersebut sudah berlangsung lama. Terminal ini hanya sesekali disinggahi bus Damri rute Tegalbuleud-Sagaranten dan Tegalbuleud-Sindangbarang.
“Paling yang suka parkir atau ngetem itu bus Damri jurusan Tegalbuleud-Sagaranten sama jurusan Tegalbuleud-Sindangbarang. Ada juga mobil elf, tapi jarang ngetem di terminal, biasanya lebih lama ngetem di Karanganyar Desa Tegalbuleud. Karena terminal jarang digunakan, warga akhirnya memanfaatkannya untuk menjemur padi,” ujar Ipey kepada sukabumiupdate.com, Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Sate Kambing yang Ternyata Domba: Fenomena Unik di Jalur Pajampangan Sukabumi
Aspal Jalan Bantu Proses Pengeringan
Selain area terminal, para petani juga memanfaatkan bahu jalan nasional. Faktor efisiensi menjadi alasan utama; permukaan aspal jalan yang panas dinilai mempercepat proses pengeringan gabah dibandingkan menjemur di lahan tanah atau halaman rumah.
“Dari dulu warga memang memanfaatkan terminal dan bahu jalan untuk jemur padi. Apalagi jalannya berlapis aspal, panasnya lebih bagus sehingga padi lebih cepat kering,” tambah Ipey.
Keterbatasan lahan di rumah para petani saat panen raya membuat area terbuka di sepanjang jalan nasional menjadi pilihan paling logis bagi mereka, meski berisiko.
Warga Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi memanfaatkan bahu jalan nasional sebagai lokasi menjemur gabah padi saat musim panen raya.
Walaupun warga menilai aktivitas ini aman karena intensitas kendaraan yang tidak terlalu padat, penggunaan bahu jalan nasional untuk menjemur padi tetap memiliki risiko keamanan bagi pengguna jalan. Gabah yang tercecer dapat menyebabkan permukaan jalan menjadi licin, terutama bagi kendaraan roda dua.
“Insya Allah aman, karena jalannya cukup lebar dan intensitas kendaraan juga tidak terlalu ramai. Warga juga biasanya tetap mengawasi saat padi dijemur,” pungkas Ipey.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai pengawasan Terminal Tegalbuleud yang tampak mati suri serta penggunaan bahu jalan nasional untuk aktivitas non-transportasi tersebut.





