SUKABUMIUPDATE.com - Diduga ogah pulang ke rumah karena didera masalah keluarga, seorang pria bernama Hendra alias Pedro (35) melakukan aksi nekat dengan berjalan menuruni tebing jurang di kawasan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Warga Kampung Cipaku, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja tersebut sempat dinyatakan hilang misterius sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi pingsan di tengah perkebunan pada Senin (8/6/2026).
Aksi nekat Hendra yang menerobos tebing curam bersemak di Kampung Cisarua RT 03/03, Desa Cisarua tersebut sempat memicu kepanikan luar biasa dari pihak keluarga. Warga setempat bersama aparat kepolisian dan petugas BPBD bahkan sempat dikerahkan untuk menyisir lokasi sejak Minggu sore (7/6/2026).
Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat Hendra sedang dalam perjalanan pulang menuju rumahnya setelah dijemput oleh istri dan kerabatnya dari wilayah Cibentang, Kecamatan Gunungguruh.
Baca Juga: Kronologi Rush Seruduk Pedagang Tahu di Gerbang Tol Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Menurut Ade, selama perjalanan korban beberapa kali mengungkapkan keengganannya untuk pulang ke rumah. Dari informasi yang diterima polisi, hal itu diduga berkaitan dengan persoalan keluarga yang sedang dihadapinya.
“Sepanjang perjalanan pulang, saudara Hendra ini mengoceh tidak mau pulang ke Cipaku. Informasinya masalah keluarga, sehingga dia mengaku sudah tidak nyaman tinggal di rumahnya,” kata Ade kepada sukabumiupdate.com, Senin (8/6/2026).
Saat melintas di kawasan Kampung Cisarua sekitar pukul 17.15 WIB, Hendra mendadak meminta sopir untuk menghentikan kendaraan dengan alasan hendak buang air kecil. Permintaan tersebut sempat ditolak oleh kerabatnya karena menilai kondisi lokasi sekitar kurang aman, namun Hendra justru mengancam akan nekat melompat dari mobil jika tidak segera diturunkan saat itu juga.
Begitu kendaraan berhenti, Hendra langsung turun dan berjalan cepat menuju sisi jalan yang berbatasan dengan jurang. Ia kemudian terlihat berjalan menuruni tebing yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan rapat.
Saat sopir berteriak dari atas untuk menanyakan tujuannya, Hendra hanya memberikan jawaban singkat bahwa dirinya ingin lewat jalan pintas.
“Korban menjawab ‘arek jalan motong’ (mau lewat jalan pintas),” ujar Ade.
Baca Juga: Tol Jagoratu Masih Menunggu Kepastian, Bupati dan DPRD Sukabumi Dorong Masuk PSN
Melihat aksi nekat suaminya, istri Hendra seketika panik dan berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar. Warga lokal sempat berdatangan dan langsung menyisir area semak tebing hingga Minggu malam, namun tanda-tanda keberadaan Hendra sama sekali tidak ditemukan.
Pencarian yang dilanjutkan oleh tim gabungan hingga Senin pagi akhirnya membuahkan hasil manis. Hendra berhasil dilacak di area perkebunan warga yang posisinya sudah berjarak cukup jauh, yakni hampir 1 kilometer dari titik awal Tempat Kejadian Perkara (TKP) tempat ia turun.
“Korban yang turun tebing semalam sudah berhasil ditemukan dalam keadaan pingsan di area kebun yang berjarak hampir 1 kilometer dari TKP, mengarah ke rumahnya,” tutur Ade.
Begitu ditemukan, tubuh Hendra yang sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri langsung dievakuasi oleh pihak keluarga bersama warga sekitar menggunakan peralatan seadanya untuk segera mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Dengan ditemukannya Hendra, pencarian yang sempat menyita perhatian warga sekitar pun berakhir.





