Baru Seumur Jagung, Jembatan Darurat di Nyalindung Kembali Hanyut Diterjang Banjir

Sukabumiupdate.com
Selasa 14 Apr 2026, 18:19 WIB
Baru Seumur Jagung, Jembatan Darurat di Nyalindung Kembali Hanyut Diterjang Banjir

Jembatan darurat penghubung antarkampung di Nyalindung yang terputus terbawa arus air sungai. Selasa (14/4/2026). (Sumber: Dok Warga)

SUKABUMIUPDATE.com - Derasnya hujan yang mengguyur wilayah selatan Kabupaten Sukabumi dalam beberapa hari terakhir kembali membawa dampak kerusakan infrastruktur. Kali ini, jembatan darurat di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, dilaporkan hanyut terbawa arus banjir pada Selasa (14/4/2026) sore.

Jembatan yang menghubungkan Kampung Tanggeng dan Kampung Cipiit itu tak mampu bertahan saat debit air sungai meningkat tajam. Material bambu yang digunakan pada konstruksi jembatan akhirnya terseret arus hingga putus total.

Ironisnya, jembatan tersebut tergolong baru. Infrastruktur darurat itu belum genap tiga bulan digunakan sejak diresmikan pada awal Januari 2026. Pembangunannya sendiri merupakan hasil gotong royong antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), serta partisipasi warga setempat.

Baca Juga: Ngeri! Banjir di Nyalindung, Batu dan Lumpur Penuhi Jalan Provinsi di Sukabumi

Founder Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Andri Kurniawan, menuturkan bahwa intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi faktor utama rusaknya jembatan tersebut.

“Mungkin karena hujan sangat deras pada hari ini dan beberapa hari yang lalu, dampaknya jembatan darurat yang kita bangun tiga bulan yang lalu hari ini terbawa lagi oleh banjir,” ungkapnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (14/4/2026).

Putusnya jembatan ini berdampak langsung terhadap aktivitas warga. Selama ini, akses tersebut menjadi jalur penting untuk menunjang kegiatan ekonomi, interaksi sosial, hingga mobilitas pelajar.

Baca Juga: Proyek Jembatan Rp12,6 M Ditunda, Wali Kota Sukabumi: Dialihkan untuk Jalan, Drainase dan Sampah

Melihat kondisi tersebut, Andri menilai perlu adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menghadirkan jembatan permanen yang lebih kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem.

“Harapan saya, mudah-mudahan pemerintah segera memberikan penanganan yang begitu cepat. Supaya akses warga ke dua kampung ini bisa kembali berjalan normal,” lanjutnya.

Saat ini, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh. Di lokasi kejadian, sisa material jembatan masih terlihat tersangkut di sekitar aliran sungai, sementara sebagian lainnya hanyut terbawa arus deras.

Berita Terkait
Berita Terkini