SUKABUMIUPDATE.com - Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan membangun akses darurat pasca jembatan penghubung Tanggeng dan Cipiit di Desa Bojongsari Nyalindung, hanyut terbawa arus banjir pada Selasa 14 April 2026. Dinas Perkim bersama tim gabungan melakukan survei di lokasi tersebut untuk membangun akses darurat.
Diketahui jembatan bambu sebelumnya tidak mampu bertahan saat debit Sungai Citalahab meningkat tajam akibat hujan deras. Akibatnya, konstruksi jembatan terseret arus hingga putus total.
Infrastruktur itu belum genap tiga bulan digunakan sejak diresmikan pada awal Januari 2026. Pembangunannya merupakan hasil gotong royong antara Yayasan Sehati Bergerak Bersama, Palang Merah Indonesia (PMI), serta partisipasi warga setempat.
Baca Juga: Berharap Keadilan dari Negara: Eks Karyawan PT TML Sukabumi Menanti Pesangon Sejak 2023
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, mengirimkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen.
“Pagi tadi kami mengirimkan tim untuk melakukan asesmen terhadap jembatan itu. Hasil asesmen nantinya akan kami masukkan sebagai pelengkap usulan pembangunan jembatan tersebut,” ujar Sendi kepada Sukabumiupdate.com, Rabu (15/4/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Bojongsari, Asep, membenarkan adanya tim dari Forkopimcam bersama Dinas Perkim yang turun langsung melakukan survei di lokasi kejadian. Ia menyebut, untuk sementara aktivitas warga yang biasa melintasi jembatan tersebut terhenti total. Bahkan, kegiatan belajar mengajar juga terdampak karena anak-anak tidak bisa menyeberangi sungai.
Baca Juga: Ketika Tanah Kami Kaya, Tapi Kami Tetap Miskin
“Untuk sementara aktivitas warga yang menyeberang sungai terhenti. Anak-anak sekolah juga diliburkan karena tidak bisa menyebrang, ditambah kondisi air sungai masih naik akibat hujan,” kata Asep.






