Nilai Matematika Hasil TKA 2026 Jeblok Rerata 40, Bahasa Indonesia Lebih Tinggi

Sukabumiupdate.com
Sabtu 30 Mei 2026, 12:24 WIB
Nilai Matematika Hasil TKA 2026 Jeblok Rerata 40, Bahasa Indonesia Lebih Tinggi

Ilustrasi - Kemendikdasmen Rilis Hasil TKA 2026: Nilai Bahasa Indonesia Unggul, Matematika Nasional Jeblok. (Sumber : pexels.com/@Ron Lach).

SUKABUMIUPDATE.com - Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat telah di rilis pada Senin 26 Mei 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkapkan bahwa nilai matematika mengalami jeblok dan bahasa Indonesia lebih tinggi.

Jika melihat hasil nilai secara nasional, penguasaan materi Bahasa Indonesia tampak lebih tinggi dibandingkan Matematika di kedua jenjang pendidikan. Pada tingkat SD/MI sederajat, rata-rata Bahasa Indonesia mencapai angka 60,14, sementara Matematika ada di angka 43,41.

Hasil serupa juga terjadi di jenjang SMP/MTs sederajat, di mana Bahasa Indonesia mencapai 60,83, sedangkan Matematika berada di angka 40,34.

Baca Juga: 11 SPPG di Kota Sukabumi Dihentikan Sementara, BGN Temukan Masalah IPAL

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin menegaskan bahwa TKA tidak dirancang untuk memberikan label atau cap tertentu pada daerah, sekolah, maupun siswa.

Kendati demikian, ia menyoroti bahwa capaian TKA tahun ini memberikan alarm penting bagi dunia pendidikan nasional untuk memperkuat kemampuan bernalar dan pemecahan masalah, khususnya pada bidang madat pelajaran Matematika.

“Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tutur Toni, dikutip dalam keterangan resmi Kemendikbud, Sabtu (30/05/2026).

Baca Juga: Colt Mini Bogor-Sukabumi Viral Berasap: Dishub Stop Operasional, Sopir Bandel Diganti

Pelaksanaan TKA tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional yang sangat tinggi dengan 98,12 persen murid berhasil mengikuti asesmen pada jadwal utama.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengungkapkan bahwa lewat TKA ini, pemerintah berhasil menghimpun big data pendidikan berskala nasional. Data yang kaya dan strategis tersebut berhasil memetakan kondisi pendidikan secara detail, mulai dari level provinsi, kabupaten/kota, sekolah, hingga kategori kompetensi masing-masing peserta didik.

“Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data, mengidentifikasi wilayah yang perlu penguatan, serta memastikan kebijakan dibangun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan,” ujar Toni.

Sementara itu mengacu pada data BKPDM, dari total 8.875.362 siswa yang masuk dalam daftar jadwal utama, sebanyak 8.708.891 di antaranya hadir dan mengikuti ujian sesuai jadwal. Sementara untuk sesi jadwal susulan, tercatat diikuti oleh 463.533 murid dari total 490.551 peserta terdaftar.

Baca Juga: Cegah Bullying dan Kekerasan di Sekolah, Pemkab Sukabumi Bentuk Pokja Lintas Sektor

Melihat tingginya angka tersebut, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Kapusmendik), Rahmawati, menilai pencapaian ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pihak sekolah, orang tua, dan siswa kini semakin sadar akan pentingnya asesmen dalam mendongkrak mutu pendidikan.

Dalam mekanismenya, TKA menerapkan sistem penskoran klasik dengan skala rentang nilai 0 hingga 100. Sebelum hasil diumumkan seluruh paket soal dan butir soal terlebih dahulu melalui proses verifikasi dan validasi statistik untuk memastikan keadilan bagi seluruh murid.

Selain hasil numerik, hasil TKA juga dilengkapi kategori capaian dan deskripsi kemampuan murid. Pendekatan ini dihadirkan agar TKA tidak berhenti pada angka semata, tetapi menjadi alat refleksi pembelajaran bagi murid, guru dan orang tua.

“Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat. Jadi TKA membantu semua pihak memahami strategi pembelajaran yang paling tepat bagi murid,” jelas Rahmawati.

Baca Juga: Ambulans Kecelakaan di Parungkuda Sukabumi, Dua Pemotor Luka Serius

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menyatakan hasil TKA akan menjadi salah satu komponen penilaian jalur prestasi bersama nilai rapor dan capaian prestasi lainnya.

“Pemanfaatan TKA dalam SPMB diharapkan membuat proses seleksi berlangsung lebih objektif, adil, transparan, dan mempertimbangkan kemampuan akademik peserta didik secara lebih komprehensif,” ujar Yudhistira.

 

Berita Terkait
Berita Terkini