SUKABUMIUPDATE.com – Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembacokan yang melukai lima juru parkir (jukir) di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Senin (9/3/2026). Hingga Kamis (12/3/2026), proses penyelidikan masih berlangsung intensif.
Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sentot Kunto Wibowo, menyatakan pihaknya tengah mendalami keterangan sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku serta motif di balik aksi kekerasan tersebut.
“Untuk sampai saat ini itu sudah kita lakukan penanganan dan tetap kita lakukan pendekatan hukum. Saat ini masih dalam pemeriksaan, semua masih dalam pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Sentot kepada sukabumiupdate.com, Kamis (12/3/2026).
Ia juga menegaskan pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di wilayahnya. Menurutnya, siapa pun yang terbukti melakukan tindakan kriminal akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Yang perlu kami ingatkan bahwa di sini tidak ada toleransi untuk pelanggar hukum. Sehingga apapun pelanggaran hukum atau kejahatan yang dilakukan itu akan berhadapan dengan hukum,” tegasnya.
Baca Juga: Diduga Dipicu Masalah Lahan Parkir, 5 Jukir di Jalan RE Martadinata Jadi Korban Pembacokan
Diketahui, peristiwa pembacokan tersebut terjadi di depan sebuah minimarket di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi pada Senin (9/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu sejumlah juru parkir tengah berada di lokasi ketika sekelompok orang datang menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam.
Salah seorang saksi sekaligus juru parkir di lokasi, Ferdiansyah alias Boim (40), menuturkan bahwa penyerangan terjadi secara tiba-tiba. Ia mengatakan para pelaku datang berkelompok sambil membawa senjata tajam seperti celurit dan samurai.
Boim mengaku sebelumnya persoalan terkait pengelolaan parkir sebenarnya sudah sempat dibicarakan dan dianggap selesai. “Sebenarnya masalah parkiran itu sudah clear. Kami sudah sepakat untuk menyelesaikan bersama. Saya juga sempat datang untuk menemui saudara iyong, tapi orangnya tidak ada,” ujarnya.
Baca Juga: Masyarakat Diimbau Waspadai Penularan Campak Jelang Mudik Lebaran 2026
Akibat kejadian tersebut, lima orang berinisial FF, HK, AH, OG, dan KK mengalami luka-luka akibat sabetan senjata tajam dan harus mendapatkan perawatan medis.
Di sisi lain, peristiwa pembacokan yang diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir di area minimarket tersebut memunculkan versi berbeda dari pihak Ormas (pihak Iyong). Perwakilan kelompok Iyong, Muhammad Farhan, menyebut kejadian itu bukan penyerangan sepihak melainkan bentrokan antara dua kelompok.
Menurut Farhan, pihaknya sebelumnya sempat mendatangi pihak Boim untuk membicarakan pengelolaan parkir secara bersama. “Di situ kita minta mengelola bareng-bareng parkiran, tanggapan dari adiknya Boim pun baik dan sepakat untuk mengelola bersama,” ujarnya.
Ia juga mengklaim dalam kejadian tersebut tidak hanya pihak jukir yang mengalami luka, tetapi dua orang dari kelompoknya juga mengalami luka di bagian tangan dan kaki.





