SUKABUMIUPDATE.com - Eva, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) warga Kampung Cipasung RT 25/08, Desa Gunung Endut, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, hampir menjadi korban pembegalan saat melintas di wilayah Cioray, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Jumat (6/3/2026) dini hari.
Berdasarkan informasi, saat kejadian, korban berangkat sekitar pukul 04.00 WIB dari rumahnya di Cipasung untuk menjemput suaminya yang pulang kerja dan sedang menunggu di depan gerbang Tol Parungkuda.
Ketua RW setempat, Sirojudin, mengatakan pihaknya langsung melakukan pengecekan setelah mendapat kabar kejadian tersebut.
“Saya semalam baru pulang dari rumah sakit, langsung kroscek kejadian itu. Informasinya, hari Jumat dini hari Eva berangkat jam 4 dari Cipasung untuk menjemput suaminya yang pulang kerja,” kata Sirojudin, Minggu (8/3/2026).
Baca Juga: Polri Persilahkan Warga yang Mudik Titip Motor dan Mobil di Kantor Polisi Terdekat, Gratis!
Menurutnya, korban sempat melintas di wilayah Pasir Angin, Kecamatan Bojonggenteng, sebelum menuju arah Parungkuda. Saat perjalanan lurus hingga depan Balai Desa Palasari Hilir, korban mulai menyadari ada sepeda motor yang diduga mengikuti dari belakang. Terduga pelaku disebut berjumlah tiga orang dengan mengendarai dua motor.
“Pas lewat Pasir Angin terus lurus sampai depan balai desa Palasari sudah ada motor yang mengikuti. Waktu di depan masjid dekat proyek kandang ayam, motor itu mulai mepet,” ujarnya.
Korban sempat menambah kecepatan untuk menghindari pelaku. Namun saat memasuki belokan menuju Cioray, pelaku kembali mendekat. Setibanya di jalan yang kondisinya rusak sebelum mushola di wilayah tersebut, pelaku diduga menendang sepeda motor korban hingga terjatuh ke aspal.
“Pas jalan jelek sebelum mushola, motornya ditendang dari samping sampai jatuh ke aspal. Eva langsung teriak, warga yang ada di mushola keluar. Pelaku yang satu motor langsung kabur,” jelas dia.
Baca Juga: Cek Fakta: Video Teror Pencurian di Pasar Parungkuda Sukabumi Jelang Lebaran
Dalam kejadian tersebut, sepeda motor milik korban tidak berhasil dibawa oleh pelaku. Diduga pelaku panik setelah korban berteriak dan warga sekitar keluar dari mushola dan langsung melarikan diri.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka akibat terjatuh di jalan. Beruntung ponsel korban masih ada sehingga ia langsung menghubungi suaminya yang saat itu sudah berada di Parungkuda, tepatnya di depan gerbang tol.
Suami korban kemudian menyewa mobil untuk menjemput dan membawa Eva ke RS DKH Cibadak guna mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini pun membuat warga sekitar khawatir dan berharap adanya peningkatan keamanan di jalur tersebut, terutama pada waktu dini hari saat aktivitas warga meningkat selama bulan Ramadan.




