Tim Mahasiswa Internasional NPU Raih First Prize di Tahap Awal CICSIC 2026

Sukabumiupdate.com
Senin 08 Jun 2026, 12:18 WIB
Tim Mahasiswa Internasional NPU Raih First Prize di Tahap Awal CICSIC 2026

Tim Mahasiswa Internasional Program Studi Teknik Informatika NPU yang raih First Prize CICSIC 2026. (Sumber : Istimewa.).

SUKABUMIUPDATE.com - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Informatika Nusa Putra University (NPU) yang sukses menyabet penghargaan First Prize (Juara 1) pada tahap awal kompetisi inovasi mahasiswa terbesar di dunia, China International College Students’ Innovation Competition (CICSIC) 2026.

Tim yang terdiri dari Asma (Pakistan), Oak Soe Zaw (Myanmar), dan El Mouataz Benmanssour (Maroko) ini mewakili nama Nusa Putra University di kategori AI and Smart Healthcare Track. Dalam ajang bergengsi tersebut, mereka dimentori langsung oleh Prof. Boyu Do dari Guangxi University, Tiongkok.

Capaian ini menjadi bukti bahwa lingkungan akademik internasional yang dibangun Nusa Putra University mampu mendorong lahirnya inovasi yang kompetitif di tingkat global. Kompetisi ini dikenal sebagai salah satu ajang inovasi mahasiswa terbesar di dunia dengan partisipasi jutaan mahasiswa dari ribuan perguruan tinggi internasional pada setiap penyelenggaraannya.

Baca Juga: Munjayin Sebut Rugi Rp218,25 Miliar, Pengusaha Sukabumi ‘Tertipu’ Badan Gizi Nasional

Tim NPU berhasil memikat dewan juri melalui inovasi bertajuk Intelligent Healing Palm Chip, sebuah sarung tangan rehabilitasi pintar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dirancang untuk membantu proses pemulihan pasien stroke, cedera saraf, lansia, serta individu yang mengalami gangguan fungsi gerak tangan.

Berbeda dengan perangkat rehabilitasi konvensional, inovasi ini mengusung teknologi triboelectric self-powering, yaitu kemampuan menghasilkan energi listrik secara mandiri dari pergerakan jari pengguna. 

Teknologi tersebut memungkinkan perangkat bekerja dengan ketergantungan yang lebih rendah terhadap baterai, sehingga lebih praktis dan berkelanjutan untuk digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Harga Cabai dan Daging Ayam Turun, Bawang Putih hingga Wortel Naik di Pasar Kota Sukabumi

Selain itu, sistem ini juga dilengkapi fitur analisis gerakan berbasis AI secara real-time serta pemantauan jarak jauh melalui platform cloud yang memungkinkan tenaga kesehatan memonitor perkembangan pasien tanpa harus melakukan kunjungan tatap muka secara rutin.

Salah satu anggota tim menjelaskan bahwa proyek tersebut lahir dari kebutuhan nyata di masyarakat, khususnya bagi pasien rehabilitasi yang kesulitan mengakses layanan kesehatan secara berkala.

"Rehabilitasi bagi pasien stroke dan cedera saraf masih menjadi tantangan besar, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan ekonomi. Kami ingin menghadirkan solusi yang memungkinkan pemantauan rehabilitasi dilakukan dari rumah dengan standar yang mendekati layanan klinis," ujarnya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Meningkatkan Konsentrasi dan Daya Ingat

Dalam proses penilaian, peserta diuji melalui berbagai aspek mulai dari tingkat inovasi, kualitas teknologi, kemampuan presentasi, kerja sama tim, hingga potensi dampak nyata bagi masyarakat. Tim juga harus menjawab berbagai pertanyaan teknis secara langsung dari panel juri internasional.

Tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menjelaskan konsep teknologi yang kompleks, seperti kecerdasan buatan dan triboelectric nanogenerator, kepada juri yang berasal dari beragam latar belakang keilmuan.

"Kami tidak hanya diminta mempresentasikan ide, tetapi juga mempertahankan seluruh klaim teknis yang kami ajukan. Tantangannya adalah bagaimana menjelaskan teknologi yang cukup rumit dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi substansi ilmiahnya," tambahnya.

Keberhasilan meraih First Prize pada tahap awal kompetisi menjadi tiket penting bagi tim untuk melanjutkan perjuangan ke tahap berikutnya. Dalam waktu dekat, mereka akan mewakili Nusa Putra University pada babak regional yang akan diselenggarakan di Malaysia. 

Apabila berhasil lolos, tim akan melaju ke Global Finals yang akan digelar di Tiongkok bersama para inovator mahasiswa terbaik dari berbagai negara.

Rektor Nusa Putra University Dr. Kurniawan menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan menilai prestasi ini sebagai bukti bahwa mahasiswa internasional maupun mahasiswa lokal yang belajar di NPU memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan bersaing di tingkat global.

"Prestasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi lintas negara yang tumbuh di lingkungan Nusa Putra University mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia. Kami bangga melihat mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mampu menciptakan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Teknik Informatika Ir. Somantri menegaskan komitmennya untuk terus mendukung mahasiswanya dalam mengembangkan inovasi dan mengikuti berbagai kompetisi internasional.

"Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Teknik Informatika Nusa Putra University mampu bersaing pada forum inovasi kelas dunia. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk berani berinovasi, berkolaborasi, dan membawa nama baik universitas di tingkat internasional," ungkap perwakilan Biro Kemahasiswaan.

Dengan raihan First Prize pada China International College Students’ Innovation Competition 2026, Nusa Putra University kembali menegaskan posisinya sebagai kampus yang mendorong lahirnya talenta global, inovasi teknologi, dan kolaborasi internasional yang berdampak bagi masa depan masyarakat dunia. (*)

 

Berita Terkait
Berita Terkini